Teror Virus Corona
Nana Mirdad Cerita Temannya Dituding Kabur saat Karantina Covid-19: Tak Dijaga Dokter Tapi Satpol PP
Kecewa dengan tindakan yang dilakukan petugas kesehatan, Nana Mirdad pun mengurai penjelasan.
Penulis: khairunnisa | Editor: Damanhuri
Imbas dari pemberitaan tersebut, Tony dan Isis kini banyak menerima teror dari orang tak dikenal.
Sebab foto, video serta kontak pribadi mereka tersebar di masyarakat.
"Darimana saya tahu kronologis ini ? Karena Tony sekeluarga adalah teman dekat saya dan Andrew. Saya sangat prihatin melihat mereka diperlakukan seperti ini dan diberitakan seakan2 mereka pasien yang melarikan diri dan pantas diasingkan masyarakat," ungkap Nana Mirdad.
Kecewa dengan tindakan yang dilakukan petugas kesehatan, Nana Mirdad pun mengurai penjelasan.
Nana Mirdad heran mengapa Isis yang tidak memiliki gejala apapun harus dikarantina.
"Kenapa kita melakukan pengambilan turis yang datang secara acak di bandara ? kenapa 40 penumpang lainnya tidak dikarantina dan tidak semua dicek temperatur di bandara namun anak perempuan yang tidak menunjukkan gejala ini diambil dan dibawa ke karantina pada saat nyepi untuk ditahan sampai alat test datang ?" imbuh Nana Mirdad dalam media sosialnya.
Istri Andrew White ini juga mengurai kondisi tempat karantina Tony dan Isis.
Dalam tempat karantina tersebut, Tony dan Isis tidak didampingi oleh petugas medis.

Malahan diakui mereka, yang berjaga untuk mengawasi mereka adalah satpol PP.
"Saat ini mereka ditahan di karantina, tanpa surat2 resmi atau paperwork apapun, tanpa informasi apa2, tanpa dokter ataupun staff medis. Hanya staff dengan jaket hujan, dan alat termometer. Dan tidak ada siapa2 di sana selain SATPOL PP.Kita sedang menghadapi pandemik bukan hidup di zona perang kan ?"
"Ini adalah tempat mereka ditaruh sekarang, tanpa pengawasan medis tanpa dokter tanpa APD, tanpa surat2 jelas. Mereka diberi nasi bungkus dan tidak diperkenankan untuk keluar sampai alat test datang" ungkap Nana Mirdad.
Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari petugas bandara dan kesehatan di Bali terkait dengan kasus Tony dan putrinya, Isis yang dituding kabur dari karantina.