Teror Virus Corona

Untuk Tangani Virus Corona, Pemerintah Butuh 1.500 Dokter dan 2.500 Perawat

Para mahasiswa akan fokus bertugas dalam fungsi pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Untuk Tangani Virus Corona, Pemerintah Butuh 1.500 Dokter dan 2.500 Perawat
ANTARA via Kompas.com
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19.(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membuka pendaftaran relawan untuk membantu pemerintah menangani penyebaran wabah virus corona.

Pasalnya, pemerintah membutuhkan sekitar 1.500 dokter dan 2.500 perawat untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19.

Selain itu juga dibutuhkan petugas pranata laboratorium, administrasi rumah sakit, dan sopir ambulans.

"Saat ini, Indonesia membutuhkan sekitar 1.500 dokter, terutama dokter spesialis paru, anestesi, dan dokter umum. Pranata lab, sekitar 2.500 perawat, dan juga bagian dari administrasi rumah sakit hingga sopir ambulans," ujar Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid 19 Andre Rahadian saat memberikan keterangan pers di gedung BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Andre mengatakan, mahasiswa tingkat akhir yang belajar di bidang ilmu terkait juga dapat ikut menjadi relawan penanganan Covid-19.

Dapat Bantuan 1.600 Alat, Rapid Tes di Kabupaten Bogor Digelar Selama 3 Hari

Dukung Pemkot Bogor Cegah Penyebaran Covid-19, Mal Botani Square Tutup Sementara

Para mahasiswa akan fokus bertugas dalam fungsi pencegahan dan pengendalian Covid-19.

"Teman-teman mahasiswa tingkat akhir di lapis kedua sebagai bagian dari pencegahan. Teman-teman mahasiswa akan membantu konsultasi medis atau psikologis, yang dilakukan melakukan platform online," kata Andre.

Pendaftaran relawan dapat diakses melalui situs http://deskrelawanpb.bnpb.go.id/covid-19/

Andre mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perguruan tinggi.

"Semua kami terima dan kami panggil untuk persiapan menghadapi pandemi ini. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan banyak LSM, perguruan tinggi," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Butuh 1.500 Dokter dan 2.500 Perawat untuk Tangani Covid-19", .
Penulis : Tsarina Maharani
Editor : Kristian Erdianto

Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved