Breaking News:

Cerita Mami Lia Sediakan 2 Cewek di Room Karaoke untuk Layanan Plus-plus: Tamu Engga Mau di Hotel

Mereka bisa melakukan hubungan intim di dalam room karaoke bersama wanita pemandu lagu yang dipesannya.

TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
ILUSTRASI - Suasana kampung karaoke di Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat malam hari. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Berbagai cara dilakukan untuk menjalankan bisnis haram berkedok room karaoke.

Tak tanggung, penyedia jasa prostitusi ini memberikan servis plus-plus kepada pelanggannya di dalam room karaoke.

Mereka bisa melakukan hubungan intim di dalam room karaoke bersama wanita pemandu lagu yang dipesannya.

Kasus ini terbongkar saat aparat kepolisian behasil menangkap basah 2 wanita dan 2 pria yang sedang melakukan hubungan badan di dlaam room karaoke.

Mami Lia yang menyediakan jasa cewek plus-plus untuk pelanggan karaokenya pun kini telah menjalani proses hukum.

Saat polisi melakukan penggerebekan, Mami Lia sempat berusaha menghalang-halangi aparat penegak hukum untuk masuk ke room karaoke yang dijadikan layanan jasa prostitusi.

Mami Lia pun ditangkap karena menghalang-halangi polisi masuk ke room karaoke tersebut.

Mami Lia pun menceritakan praktik bisnis haram yang dilakoninya.

"Saya hanya jaga pintu saja di room," kata Mami Lia saat sidang kasus dugaan mucikari dalam sidang online di PN Surabaya melalui video jarak jauh dari Rutan Kelas I-A Surabaya di Medaeng, Rabu (1/4/2020) dilansir dari Surya.co.id.

Penggerebekan praktik prostitusi di room karaoke itu terjadi pada 16 Desember 2019.

Dalam sidang agenda tuntutan, Mami Lia mengaku tamu karaoke dan pemandu lagu yang melakukan hubungan badan di dalam room karaoke itu atas kemauan mereka.

Menurutnya, hal itu sebenarnya sudah dilarang manajemen karaoke.

Kisah Satu Keluarga Dikucilkan di Kampungnya Dituding Kena Covid-19, Nenek dan Cucunya Nyaris Diusir

Suasana sidang kasus dugaan mucikari atas terdakwa Mami Lia dalam sidang online di PN Surabaya.
Suasana sidang kasus dugaan mucikari atas terdakwa Mami Lia dalam sidang online di PN Surabaya. (Samsul Arifin)

Mami Lia menyatakan praktik prostitusi itu hanya melibatkan dirinya, LC dan pelanggan.

"Itu kemauan LC sendiri.

Saya cuma antar tamu saja.

Apalagi pas mereka (LC) butuh uang," katanya.

Mami Lia sempat menyarankan pelanggan agar kalau ingin berhubungan badan dengan LC di luar jam kerja saja.

Mereka bisa berhubungan di hotel.

Namun, pelanggan menolak.

Mereka pun bertransaksi dan setelah sepakat akhirnya berhubungan badan dengan 2 cewek anak asuhnya.

"Tamu bilang nggak usah di hotel di sini saja.

Anak saya mau.

Saya cuma dikasih seikhlasnya sama anak saya," tandasnya.

Pengakuan Suami Izinkan Istri Bercinta dengan Pria Lain: Saya Kadang Ikut Lihat Saja, Gak Ikut Main

Pada sidang tungutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu, Mami Lia dituntut kurungan penjara 12 bulan.

JPU, Indira Koesuma Wardhani menyampaikan tuntutan tersebut kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Mami Lia yang memiliki nama asli Dwi Meliadani ini dinyatakan bersalah lantaran menyediakan jasa "mantap-mantap" di salah satu tempat karaoke di Surabaya.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah berbuat tindak pidana dengan sengaja memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pekerjaan," ucap JPU Indira.

Mami Lia dinyatakan jaksa terbukti memfasilitasi dua LC untuk berhubungan badan dengan pelanggannya di dalam room karaoke.

Sebagai seorang mami, terdakwa bertugas mengkoordinir para LC untuk menemani para pelanggan bernyanyi.

(Tribun Bogor/Surya.co.id)

Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved