Pengendara di Puncak Diperiksa

Ditanya Bupati Tujuan ke Puncak Pengendara Ngaku Mau Beli Sayuran

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan pengecehan suhu tubuh dilakukan sebagai aksi simpatik dan sosialisasi RW Siaga kepada pengendara

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bupati Bogor Ade Yasin memeriksa suhu tubuh setiap pengendara yang melintasi simpag Gadog, Sabtu (4/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Bupati Bogor H Ade Yasin memeriksa sejumlah pengendara yang melintasi jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/4/2020).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tujuan pengendara menuju kawasan Puncak.

Selain memeriksa tujuan pengendara, Ade Yasin juga mengecek suhu tubuh menggunakan infrared thermometer.

Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Beberapa  pengendara dan penumpang mengaku akan membeli sayuran di Puncak.

Pengendara lain beralasan akan mengecek vila.

Selain itu ada pengendara yang akan menuju ke Bandung.

 Bupati Banyumas akan Denda Warganya yang Tak Pakai Masker

 Dituding Terpapar Virus Corona, Satu Keluarga di Simalungun Dikucilkan Sampai Nyaris Diusir Warga

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan pengecehan suhu tubuh dilakukan sebagai aksi simpatik dan sosialisasi RW Siaga kepada pengendara yang bukan warga Bogor.

Hal ini agar warga mempertimbangkan kembali untuk menuju ke kawasan Puncak.

"Di Simpang Gadog ini biasanya pada hari hari weekend banyak orang dari Jakarta menuju villanya bukan pariwisata  karena kan tidak ada tempat wisata, tempat wisata juga sudah tutup sebagian hotel sudah banyak yang tutup," katanya.

 Posting 22 Nama Napi Koruptor, Laode M Syarief: Mereka Akan Segera Bebas Jika Dikabulkan Jokowi

Untuk itu Ade Yasin juga mengimbau agar warga yang akan ke kawasan puncak untuk kembali mempetimbangkan tujuannya jika tidaj ada keperluan mendesak.

"Sebenarnya di atas disana pun sudah ada penyekatan di desa-desa yang menuju vila-vila mereka mulai menyekat dan mulai mengedukasi masyarakat ketika ada tamu datang ke desanya atau ke kampungnya itu minimal harus lapor ya jadi ada kewajiban lapor tamu-tamu tersebut dan dipantau," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga dibagikan masker, hand sanitizer, brosur sosialisasi waspada covid dan pembatasan wilayah.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved