Breaking News

Teror Virus Corona

Kuku Panjang Bisa Bikin Penyebaran Virus Corona Lebih Cepat, Ini Alasannya

seorang perawat dari Australia menuliskan lewat laman Facebook-nya, kuku panjang bisa membuat penyebaran virus corona berlangsung lebih cepat.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Pos Belitung/tantiemaiiank
Ilustrasi kuku panjang 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang perawat mengingatkan, kuku panjang menjadi salah satu penyebar virus corona tercepat karena dapat menampung segala macam bakteri.

Dilansir Grid.ID dari Kompas, seorang perawat dari Australia menuliskan lewat laman Facebook-nya, kuku panjang bisa membuat penyebaran virus corona berlangsung lebih cepat.

Alasannya, karena kuku bisa menjadi sarang kuman, bakteri, bahkan virus.

Maka, disarankan untuk menjaga kuku-kuku, terutama kuku jari tangan agar tetap pendek.

Lantas, bagaimana mengecek apakah kuku kita cukup pendek atau tidak?

Dokter Timnas Indonesia Bagikan Tips Agar Terhindar dari Virus Corona

Ramalan Zodiak Besok, Senin 6 April 2020: Cancer Terancam Putus, Kabar Bahagia untuk 3 Zodiak Jomblo

Viral Wanita Lempar Uang ke Pedagang Duku Karena Takut Corona, Kini Minta Maaf: Gak Ada Niat Remehin

Menurut dia, cobalah menempelkan dua ujung jari secara berhadapan.

Jika yang dirasakan adalah pertemuan kuku alih-alih daging jari, artinya kuku sudah terlalu panjang, dan perlu segera dipotong.

"Jika kita tidak bisa menggosok ujung-ujung jarimu ke telapak tangan satunya lagi, maka proses mencuci tangan pun belum benar-benar bersih, tak peduli seberapa lama kita mencuci tangan."

"Jadi, tolong, setidaknya selama pandemi ini, pastikan kukumu tetap pendek," tulis dia.

FOLLOW:

Ia pun mennyebutkan, "Di antara semua instruksi mencuci tangan dan saran lagu menyenangkan selama 20 detik, saya belum melihat orang paham, mustahil mencuci tangan dengan benar jika kuku kita panjang."

"Jika kita tidak bisa meletakkan kuku lurus ke bawah di telapak tangan yang lain, kita tidak bisa mencuci bagian bawah kuku dengan benar kecuali kita menggunakan kuas kuku setiap saat."

Memiliki kuku yang panjang sangat berbahaya, apalagi jika kita punya kebiasaan menggigit kuku.

Hal ini dapat menyebabkan virus corona masuk ke dalam tubuh.

Update Covid-19 Kota Bogor: PDP yang Meninggal Dunia Bertambah Jadi 17 Orang

Bisnis 4 Artis Ini Merugi Imbas Virus Corona, Pilih Tutup Sementara Daripada Bangkrut

Mengenai saran suster tersebut, Dr. Neha Pathak, menjelaskan mengapa orang-orang perlu menjaga kebersihan kuku selama masa pandemi.

Dr. Neha Pathak adalah Editor Medis WebMD sekaligus dokter perawatan primer tersertifikasi yang fokus pada pengobatan internal dan gaya hidup.

Memang, kata Pathak, kuku bisa menjadi sarang kuman dan semakin panjang kuku akan memfasilitasi penyebaran virus.

Namun, belum diketahui apakah virus corona bisa hidup di kulit atau kuku.

"Penting untuk diingat bahwa kita masih terus mempelajari banyak hal tentang virus ini karena kita baru saja mengetahuinya selama sekitar empat bulan terakhir," kata Pathak kepada Insider.

Pathak merekomendasikan agar kuku tetap pendek dan panjangnya tidak melebihi ujung jari.

Harga Bawang Merah di Pasar Citayam Tembus Rp 45 Ribu per-Kg, Bawang Bombay Rp 150 Ribu per-Kg

Ia juga menyebut rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) kepada para pekerja kesehatan untuk selalu memotong kuku.

Dia juga merekomendasikan agar para pekerja kesehatan tidak menggunakan kuku palsu.

Hal ini karena kuman bisa saja hidup di sela-sela retakan kuku palsu bahkan setelah tangan dicuci.

"Penting untuk memerhatikan apakah kita sudah membersihkan tangan dengan baik, termasuk bagian kuku-kuku jarinya," ujar dia.

Pathak juga merekomendasikan agar kita segera membersihkan cat kuku yang sudah mulai rusak jika menggunakannya.

"Cat kuku yang sudah mulai rusak juga bisa menjadi tempat bersembunyi virus, jadi perhatikan area tersebut dan bersihkan cat kuku jika sudah rusak," sambung dia.

Ini Identitas 2 Korban yang Tewas di Curug Ciloseh Bogor, Ternyata Wisatawan Asal Bekasi

Lebih lanjut, Ia kembali mengingatkan cara mencuci tangan yang optimal adalah melakukannya selama 20 detik dengan gerakan menggosok yang kuat di sekitar jari-jari, ibu jari, pergelangan tangan, hingga bawah-bawah kuku.

Kita juga disarankan membersihkan semua perlengkapan dengan rutin, mulai dari alat pemotong kuku, hingga alat-alat perias wajah.

Di samping itu, hindari pula kebiasaan menggigit kuku atau mengunyah ujung jari terutama di masa pandemi.

Hal ini juga telah direkomendasikan oleh CDC.

"Kuman pernafasan seperti virus corona tidak bisa masuk ke tubuh kecuali kita membiarkannya masuk melalui mata, hidung, atau mulut," kata Pathak.

"Menggigit kuku dan kutikelnya bisa meningkatkan risiko kita mengalami infeksi bakteri di sekitar kuku jari." (*)

Artikel ini tayang di Grid.ID -- Waspada! Kuku Panjang Bisa Jadi Penyebar Virus Corona

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved