Teror Virus Corona

Biar Tidak Ditagih Bank, Ibu Ini Mengaku Suaminya Positif Covid-19

Cerita tersebut terkuak setelah pihak bank menelpon Call Center Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Karawang.

Editor: Ardhi Sanjaya
Gerd Altmann/Pixabay
Ilustrasi pendemi virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang warga asal Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang mengaku keluarganya positif Covid-19 demi tak ditagih bank.

Ini mirip meme-meme yang beredar di media sosial.

Cerita tersebut terkuak setelah pihak bank menelpon Call Center Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Karawang.

Azila Amas (26), petugas Call Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang, menyebut petugas bank menghubungi warga tersebut bermaksud untuk menagih dan meminta izin datang ke rumahnya.

Namun warga tersebut mengaku suaminya tengah positif Covid-19.

"Ya silahkan tapi bapak di luar aja, saya di dalem soalnya suami saya positif, gak boleh ada orang masuk," kata Azila menirukan pesan warga tersebut kepada petugas saat ditemui di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Makodim 0604 Karawang, Rabu (8/4/2020).

Mendapat jawaban tersebut, petugas bank meminta warga tersebut untuk mentransfer.

Namun sang nasabah kembali berkelit tak bisa pergi ke ATM lantaran tidak diperkenankan bepergian.

Petugas bank kemudian menghubungi Call Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang.

Ia menanyakan apakah saudara A, suami nasabahnya, positif Corona.

Si petugas bank tersebut bahkan mneyarankan tim gugus tugas untuk menjemput pasien positif Corona tersebut.

"Setelah kami cek, tak ada nama tersebuy dalam daftar orang yang dinyatakan positif Civid-19. Dia juga bukan ODP," katanya.

Azila pun tak menyangka hal tersebut terjadi. Ia mengira kilah seperti itu hanya ada dalam meme di media sosial. "Persis seperti meme di medsos," katanya.

Banyak yang ingin rapid test

Azila Amas menyebut setiap hari sekitar 60 orang menghubungi call center gugus tugas. Namun belakangan jumlahnya berangsur turun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved