Breaking News:

Sidang Perdana Penusuk Wiranto, Terkuak Motif Abu Rara Tusuk Mantan Menko Polhukam

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herry Wiyanto, mengatakan, terdakwa Abu Rara merasa dirinya sudah jadi target Densus 88.

Istimewa/Dokumentasi Humas PN Jakarta Barat
Persidangan perdana kasus penusukan Wiranto digelar di PN Jakarta Barat dimana terdakwa mengikuti sidang melalui telekonpers. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketakutan akan ditangkap Densus 88 menjadi motif Syahrial Alamsyah alias Abu Rara (51) menusuk eks Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Alun-Alun Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10/2020).

Hal tersebut terungkap dalam sidang perdana yang digelar hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Adapun dalam persidangan hari ini,  Abu Rara beserta dua terdakwa lainnya yakni sang istri Fitri Diana dan Samsudin mengikuti jalannya persidangan melalui video konpers karena situasi di tengah pandemi corona.

Ketiganya tetap berada di Rutan Brimob Cikeas, Jawa Barat tempat mereka ditahan.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herry Wiyanto, mengatakan, terdakwa Abu Rara merasa dirinya sudah jadi target Densus 88.

Hal tersebut setelah pada September 2019, beberapa anggota jaringan JAD ditangkapi Densus 88 di Bekasi, Jawa Barat.

"Terdakwa ketakutan dan merasa dirinya sudah masuk dalam DPO oleh kepolisian maka tidak lama lagi terdakwa juga akan tertangkap," kata Herry di ruang sidang PN Jakarta Barat, Kamis (9/4/2020).

Karena itulah, sebelum ditangkap, Abu Rara ingin melakukan penyerangan yang disebutnya sebagai tindakan amaliyah.

"Terdakwa akan dianggap hidup sia-sia jika tidak melakukan penyerangan ataupun perlawanan terhadap thogut," kata Herry dalam dakwaannya.

Berawal dari Helikopter 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved