Teror Virus Corona

PSBB Jakarta, Ini Perkantoran dan Sektor Usaha yang Masih Beroperasi

PSBB bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan wabah Covid-19.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menggelar konferensi pers di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta diberlakukan Jumat (10/4/2020) hari ini.

Selama PSBB diberlakukan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya mengizinkan empat jenis perkantoran yang boleh beroperasi mulai Jumat  hingga 23 April ini.

PSBB bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan wabah Covid-19.

Perkantoran yang masih diperbolehkan beroperasi adalah kantor instansi pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang berada di DKI Jakarta.

 Anies Baswedan Terbitkan Pergub, Ini 6 Hal yang Dibatasi saat Diberlakukan PSBB di DKI Jakarta

 PSBB di Jakarta, Mulai 10 April 2020 Jumlah Penumpang KRL Maksimal 60 Orang

"Kedua, kantor perwakilan diplomatik dan organisasi internasional. Ketiga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Keempat adalah dunia sektor usaha," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun Youtube Pemprov DKI, Kamis malam.

 Semua Pusat Perbelanjaan di Jakarta Tidak Beroperasi Selama PSBB di DKI Jakarta

Namun Anies menjelaskan bahwa hanya ada 10 jenis sektor usaha swasta yang diizinkan beroperasi selama PSBB.

Berikut adalah rincian sektor usaha yang masih boleh beroperasi :

1. Sektor kesehatan.

2. Sektor pangan, makanan, dan minuman.

3. Sektor energi.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved