Virus Corona di Bogor
Resah Wabah Corona, Tukang Cukur di Kota Bogor Bikin Petisi untuk Kemenkes
Yogi juga mewakili tukang cukur yang terdampak pandemi meminta kebijakan dari pemerintah dan Kementerian Kesehatan mengizinkan mereka mencari nafkah u
Penulis: Tsaniyah Faidah | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Tukang cukur di Kota Bogor memmbuat petisi untuk Kementerian Kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Penggagas petisi, Yogi Ang yang juga sebagai pemilik barbershop ternama di Kota Bogor ini mengatakan, petisi dibuat atas dasar keresahan nasib tukang cukur seluruh Indonesia di tengah wabah virus corona.
"Petisi ini untuk seluruh tukang cukur Indonesia. Adanya PSBB takut orang tidak bisa ke tukang cukur," katanya, Jumat (10/4/2020).
Dalam petisi, dituliskan dengan adanya wabah Covid-19 dan pembatasan kerja oleh Kementerian Kesehatan dan pemerintah setempat, penutupan usaha yang tidak berbasiskan kesehatan dan bahan pangan.
Namun, kata Yogi, tukang cukur yang bekerja di bidang jasa yang mengharuskan kontak fisik dengan customer bukan berarti tidak ada upaya dalam pencegahan.
"Mereka jasa. Kalau tidak bekerja, enggak ada penghasilan," tuturnya.
Adapun upaya pencegahan yang dilakukan selama pandemi ini yakni disinfeksi seluruh alat, menggunakan masker dan sarung tangan latex untuk satu customer.
Kemudian, menggunakan sistem booking untuk mencegah antrean, dan pembatasan jumlah karyawan dengan sistem shift.
Yogi juga mewakili tukang cukur yang terdampak pandemi meminta kebijakan dari pemerintah dan Kementerian Kesehatan mengizinkan mereka mencari nafkah untuk keluarga.
"Targetnya dapat 100 tanda tangan," ucap Yogi.