Breaking News:

PS Tira Persikabo

Cerita Pemain PS Tira Persikabo Bersepeda di Tengah Pandemi Covid-19, Tetap Jaga Jarak

Gustur Cahyo Putro saat ini memilih bersepeda untuk menjaga kebugaran tubuhnya ketika Kompetisi Liga 1 2020 dihentikan akibat wabah virus corona.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa
Gustur Cahyo Putro saat ini memilih bersepeda untuk menjaga kebugaran tubuhnya ketika Kompetisi Liga 1 2020 dihentikan akibat wabah virus corona. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Gustur Cahyo Putro saat ini memilih bersepeda untuk menjaga kebugaran tubuhnya ketika Kompetisi Liga 1 2020 dihentikan akibat wabah virus corona.

Alasan pemain PS Tira Persikabo itu memilih bersepeda didasari oleh hobi menggowes lantaran bersepeda menurutnya dapat menghirup udara segar dari alam yang asri yang berlokasi di Magelang.

"Saya suka bersepeda karena dapat menyalurkan hobi sehat bersama teman-teman di Magelang. Yang kedua, bersepeda buat sarana latihan tambahan berolahraga. Itu pengganti joging, menikmati alam. Kebetulan di Magelang ini banyak pemandangan yang bagus dan asri," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (12/4/2020).

Mantan pemain PSIS Semarang itu menyalurkan hobi mengayuhnya itu dengan menggunakan sepeda lipat Pasific Noris 2.0 Folding Bike Alloy 8 Speed yang dibelinya pada awal 2019.

"Untuk sepeda yang sering saya gunakan itu untuk sementara ini saya pakai sepeda pasifik Noris 2 saya beli di tahun 2019. Rencana, saya ingin upgrade sih," jelasnya.

Jaga Kebugaran saat Libur Kompetisi, Pemain PS Tira Persikabo Gustur Cahyo Pilih Bersepeda

Lebih lanjut, Gustur menjelaskan terkait durasi waktu ketika dirinya menyalurkan hobinya dalam bersepeda. Biasanya dia membagi waktu antara pribadi dan komunitas sepedanya tersebut.

"Untuk waktu bersepeda variatif, kalau pagi jika bersama teman-teman itu mulai pukul 06.00 WIB sampai jam 11.00 WIB. Biasanya, rutenya keliling Magelang. Kalau ditotal hampir sekitar 65 Km," ucapnya.

"Di tengah perjalanan, misal sudah sampai 30 Km kita istirahat dulu. Kalau sudah tidak lelah, kita lanjutkan perjalanan lagi. Kalau sore, biasanya saya secara pribadi mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Biasanya cuma gowes satu jam disekitar rumah," sambungnya.

Tak hanya itu, untuk urusan lokasi yang menjadi trek bersepeda, Gustur membaginya dengan dua kategori yakni jalur pedesaan dan jalur perkotaan.

"Track gowes itu variatif juga. Kalau anak sepedaan itu membaginya dengan dua kategori. Track Kota dan Pedesaan. Kita cari jalur yang agak nanjak. Kalau di kota kita paling ke Borobudur, kita bisa menikmati candi dan area persawahan," terangnya.

Ketika bersepeda, Gustur terus mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menggunakan masker serta menjaga jarak aman satu sama lain.

"Bersepeda menjadi sarana yang pas di tengah pandemi Covid-19 ini. Dengan catatan kita harus menggunakan masker terus safety saat gowes dan menjaga jarak," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved