Breaking News:

PSBB di Bogor

Luhut Kaji Usulan 5 Kepala Daerah Soal Penghentian KRL Selama PSBB : Gak Seperti Membalikkan Tangan

Dirinya pun telah berkomunikasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengenai banyaknya masyarakat Bodetabek masih berpergian ke Jakarta meski

Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
kereta commuter line melintasi palang pintu di Bojonggede, Kabupaten Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menhub Ad Interim Luhut B. Pandjaitan masih mempertimbangkan penghentian layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek.

Dirinya pun telah berkomunikasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengenai banyaknya masyarakat Bodetabek masih berpergian ke Jakarta meski telah ditetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tadi Pak Gubernur DKI, Pak Anies bicara mengenai KRL. Pak Anies tolong dilihat kenapa masih banyak orang ke Jakarta. Soal mau menutup KRL kita lihat, karena nggak bisa seperti membalikkan tangan," ujarnya dalam konfrensi pers virtual, Selasa (14/4/2020).

Pertimbangan Luhut masih mengevaluasi operasional KRL, di antaranya transportasi tersebut masih menjadi pilihan masyarakat Bodetabek untuk melakukan perjalanan antar kota.

Selain itu, pengiriman logistik, Luhut tidak ingin itu terganggu.

"Karena kalau ada yang traveling karena penting, kan nggak bisa juga, Logistik juga kita nggak mau keganggu," katanya.

Sebelumnya diberitakan, lima kepala daerah tingkat kota dan kabupaten di Bogor, Depok, Bekasi, sepakat mengusulkan penghentian sementara operasional KRL saat penerapan PSBB yang akan dimulai serentak pada hari ini.

Usulan tersebut dibuat secara kolektif dan telah disampaikan Selasa kemarin kepada Menteri Perhubungan, Gubernur DKI Jakarta, dan Gubernur Jawa Barat.

Langkah penghentian sementara operasional KRL tersebut dinilai mampu menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luhut Masih Mengkaji Penghentian Operasional KRL"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved