Buntut Video Viral Babysitter di Palembang Digantung Diancam Dibunuh, Perlahan Terbongkar
Video dugaan penculikan babysitter itu beredar viral di media sosial Instagram yang diunggah akun @palembang_bedesau.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viral seorang babysitter menjadi korban dugaan penculikan d Palembang, Sumatera Selatan.
Video dugaan penculikan babysitter itu beredar viral di media sosial Instagram yang diunggah akun @palembang_bedesau.
Dalam video tersebut terlihat seorang perempuan tak berdaya dan ketakutan.
Perempuan itu pun hanya bisa menangis, terlebih korban sempat diancam akan dibunuh.
Meski begitu, perempuan itu sempat menantang pelaku.
"Aku dak takut mati, lajulah," ucap perempuan dalam video kepada pelaku.
Setelahnya pelaku tampak memperlakukan perempuan itu dengan cukup sadis.
Perempuan itu diikat dan digantung di bawah pintu.
Tampak korban kian tak berdaya karena jeratan di lehernya.
• Jabar Produksi Masker Standar WHO, Yunarto Wijaya Puji Ridwan Kamil: Juara Gak Kebanyakan Konpres
• Tanggapi Dugaan Pungutan Liar dalam Pembebasan Napi, Yasonna Laoly : Terbukti Pungli Saya Pecat
Sementara itu dalam keterangan postingannya turut dijelaskan sedikit kronologi kejadian.
"Geger diduga korban dugaan penculikan . Korban diduga salah satu pembantu rumah tangga di palembang .
Diduga dugaan penculikan justru habis lapor kesalah satu polsek di palembang adanya kasus penpiuan beli handpone melalui online .
Saat korban sudah melapor namun dijalan korban diculik oleh orang tak dikenal .
Pelaku mengirimkan video kepada majikan korban dan mau membunuh korban . Pelaku meminta uang tebusan .
Korban saat ini diduga disekap pelaku .
Jika tidak kirim sejumlah uang pelaku akan habisi nyawa korban dengan di gantung," tulis akun @palembang_bedesau.
Kasus dugaan penculikan ini pun kini telah diselidiki pihak kepolisian.
Belakangan identitas perempuan itu diketahui berinisial R (25).
R merupakan seorang babysitter yang bekerja di keluarga HD (32) warga kawasan Kecamata Ilir Timur I Palembang.
Dikutip dari Kompas.com, HD melaporkan R diculik ke Polda Sumatera Selatan pada Selasa (14/4/2020) kemarin.
Dalam laporannya, dijelaskan bahwa R baru bekerja selama tiga bulan di rumahnya.
• Pria Pura-pura Diculik, Ikat Tangan Sendiri Lalu Minta Tolong Agar Batal Nikah, Ini Pengakuannya
Sebelum dikabarkan diculik, R meminta izin pergi ke Polsek Ilir Timur 1 Palemban karena tertipu belanja online.
Saat itu, HD mengizinkan korban pergi ke kantor polisi dengan diantar sopirnya berinisial AD.
R lalu meminta AD meninggalkannya setibanya di Polsek.
"Korban datang ke Polsek untuk melapor karena tertipu membeli handphone melalui belanja online. Tapi laporannya belum bisa diterima karena saat di minta bukti pembayaran dia tidak bisa menunjukannnya,"kata Kanit Polsek Ilir Timur I Palembang IPTU Alkap saat dihubungi, Kamis (16/4/2020).
FOLLOW:
R kemudian mengirimkan pesan kepada HD bahwa dirinya membutuhkan rekenin koran sebagai persyaratan membuat laporan.
Selang beberapa waktu, HD justru kembali menerima pesan WhatsApp dari nomor korban.
Pesan tersebut berisi gambar korban yang sudah dalam keadaan tangan terikat dan mulut disumpal kain.
Selain itu, pelaku juga mengirim pesan meminta istri HD memberikan uang tebusan Rp 50 juta.
• Guru SD Diduga Penculik Anak Ditangkap di Magetan, Modusnya Korban Diajak Hijrah
• Ngaku Fans, Pria Ancam Perkosa dan Culik Syifa Hadju Lewat Instagram, Terkuak Ternyata Gara-gara Ini
• Sempat Dituduh Penculik Anak, Pria yang Dikeroyok di Nagan Raya Aceh Ternyata Pasien RSJ
Bahkan, penyalur R pun turut dikirimi pesan sama dengan meminta tebusan Rp 100 juta.
"Kepada perusahaan babysitter korban, pelaku juga mengirimkan pesan serupa dengan meminta uang sebagai tebusan Rp 100 juta. Pacar korban juga dikirim pesan yang sama," ucap Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan Kompol Suryadi.
Ia pun mengatakan, pihak kepolisian telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut.
"Karena kasus ini kejadian menonjol, kita turunkan dua tim. Sekarang tim masih bekerja untuk mengungkap kasus ini," katanya.
Kabar terbaru, Polda Sumsel berhasil mengungkap dugaan penculikan itu.
Kompol Suryadi mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengamankan beberapa orang.
"Benar sudah berhasil kita amankan dan saat ini semuanya sedang diperiksa," ucapnya.
Suryadi masih belum menjelaskan secara rinci terkait dugaan dugaan penculikan itu.
Namun berdasarkan info yang beredar, video viral tersebut ternyata hanya rekayasa.
Hingga kini, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan terkait kabar rekayasa itu.
Sementara itu diwartakan TribunSumsel, pihak Reskrim Polsek IT 1 Palembang masih melakukan penyelidikan dan analisa.
Ketika disinggung mengenai adanya dugaan rekayasa, menurutnya pihaknya tidak bisa menyimpulkan begitu saja.
Polsek IT 1 Palembang akan tetap melakukan penyelidikan terkait penyebarnya video penculikan terhadap Romiati yang menyebar di media sosial.
"Bila majikannya sudah melapor ke Polda, itu memang hak dan prosedurnya. Kami juga akan tetap melakukan penyelidikan. Karena, informasi yang tersebar bila korban diculik setelah melapor di Polsek. Padahal, korban ini sempat izin dengan kedua majikannya sebelum berangkat dari Polsek," jelas Kapolsek IT 1 Palembang Deni Triana melalui Kanit Reskrim Iptu Alkap didampingi Panit Reskrim Ipda Jhony Palapa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/babysitter-korban-penculikan-d-palembang-sumatera-selatan.jpg)