PSBB di Bogor

Agar Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Bogor Verifikasi Data Warga Terdampak Covid-19 Non DTKS

Ada dua kategori warga yang menerima bantuan, pertama adalah warga yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non DTKS.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat diwawancarai mengenai data penerima bantuan di Kota Bogor di Dinas Sosial, Kota Bogor Senin (20/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor saat ini sedang melakukan verifikasi data warga yang terdampak virus corona ( Covid-19 ).

Ada dua kategori warga yang menerima bantuan, pertama adalah warga yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS ) dan Non DTKS.

Untuk DTKS adalah warga yang sudah masuk ke dalam data kemiskinan di Kota Bogor dan ada di dalam sistem Kementerian Sosial (Kemensos).

Sedangkan Non DTKS adalah warga yang sangat membutuhkan karena terdampak Covid-19.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan ada 71.111 KK warga miskin yang dibantu dari APBN melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako.

"Mereka ini Insya Allah yang selama ini belum seluruhnya dicover oleh APBN kita prjuangkan untuk dicover semua, data yang sekarang yang sudah diberi bantuan rutin itu 41.845 itu rutin dari APBN, nah sisanya yang belum dapat kita sedang perjuangkan," katanya saat diremui di Kantor Dinas Sosial Kota Bogor, Senin (20/4/2020).

Catat, Ini Jadwal Pembagian Bantuan Provinsi untuk Warga Terdampak Covid-19 Kabupaten Bogor

UPDATE Senin 20 April 2020: Jumlah ODP Covid-19 di Indonesia 181.770 Orang, PDP 16.343

Dedie mengatakan bahwa 71.111 KK tersebut akan menerima bantuan dari APBN bukan dari Pemkot atau Provinsi.

Sementara itu untuk warga yang masuk ke dalam kategori Non DTKS atau warga yang terdampak Covid-19 akan diperjuangkan agar mendapat bantuan dari Provinsi Jawa Barat ataupun bantuan dari Pemkot Bogor.

Namun dari data yang masuk tersebut perlu diverivikasi dan dipastikan agar warga yang benar-benar membutuhkan yang mendapatkan bantuan.

Dedie mengatakan bahwa setiap RW mendapat kuota 50 KK.

"Di Kota Bogor ada 720 RW jadi 720 RW dikali 50 KK sama dengan 36.000 KK itu kuota untuk yang terdampak Covid-19," katanya.

Dari total tersebut Pemkot Bogor akan memasukan data Non DTKS tersebut untuk bisa mendpat bantuan dari Provinsi ataipun dari Pemkot Bogor.

Saat ini Pemkot Bogor terus melakukan verivikasi data agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

"Iya jadi artinya data harus se valid mungkin," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved