Kasus Covid-19 Lebih Banyak Daripada China, AS Desak Kirim Ahli Virus ke Laboratorium Wuhan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), meminta China agar memberikan akses AS untuk masuk ke laboratorium Wuhan

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
fernando zhiminaicela/Pixabay
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo meminta China agar memberikan akses AS untuk masuk ke laboratorium Wuhan pada Jumat (18/4/2020) lalu.

Apalagi pihaknya merasa aneh dengan tingginya kasus Covid-19 di Amerika Serikat yang justru lebih banyak dibandingkan China.

Sontak gesekan antara dua negara ini makin terjadi

"Kami masih meminta Partai Komunis Tiongkok untuk mengizinkan para ahli masuk ke laboratorium virologi," kata Pompeo di Fox News.

"Sehingga kami dapat menentukan dengan tepat di mana virus ini ( Covid-19) bermula," lanjutnya.

Ikut Lawan Virus Corona, TMP Beri Bantuan APD ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor

Donasi APD ke 300 RS, Ashanty Malah Dimarahi Anang Gara-gara Ini: Keluarga Aku Jadi Hati-hati Banget

Hal ini berawal dari dugaan bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan.

Selain itu, AS sangsi dengan angka infeksi dan kematian yang disebabkan virus yang berasal dari daerah tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menulis cuitan bahwa China mengumumkan jumlah infeksi dan kematian yang baru.

"(Negara itu) baru saja mengumumkan dua kali lipat dalam jumlah kematian mereka dari 'Musuh Yang Tak Terlihat'. Jauh lebih tinggi dari itu dan jauh lebih tinggi dari AS, bahkan tidak dekat!" tulisnya dikutip dari SCMP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (SPUTNIK NEWS)

Cuitan itu dinilai tidak akurat karena China hanya mengumumkan peningkatan kematian di Wuhan sebesar 50 persen.

Hingga Senin (20/4/2020), jumlah kasus infeksi di China sebanyak 82.747.

Angka ini jauh perbandingannya dari total infeksi di AS, yakni 764.265.

Penjelasan Ketua RT di Depok Potong Dana Bansos : Diajukan 100 KK, Yang Turun Cuma 39 KK

Berbicara kepada awak pers pada Jumat malam waktu AS, Donald Trump menegaskan pernyataannya dengan mengatakan China memiliki kematian terbanyak di dunia.

"Kami tidak memiliki yang terbesar di dunia kematian," kata Trump.

"Yang paling di dunia pastilah China. Itu negara besar. Sudah melalui masalah yang luar biasa dengan ini," sambungnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved