PSBB di Bogor

PSBB Hari ke-6 Kabupaten Bogor, Mobilitas Warga Dekat Perbatasan Wilayah Depok Masih Ramai

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor kini sudah menginjak hari ke-6, Senin (20/4/2020).

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kondisi lalu lintas kendaraan di fly over Cibinong, Jalan Raya Jakarta - Bogor di hari ke-6 pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (20/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di Kabupaten Bogor kini sudah menginjak hari ke-6, Senin (20/4/2020).

Pantauan TribunnewsBogor.com, arus kendaraan di jalan raya masih tetap ramai.

Termasuk di dekat wilayah perbatasan antara Bogor dan Depok di Jalan Raya Jakarta - Bogor kawasan fly over Cibinong.

Pengendara dari arah Depok maupun arah sebaliknya masih tetap ramai seperti sebelum pemberlakuan PSBB.

Bahkan untuk kawasan Cibinong, ramainya pengendara juga terlihat di kawasan Jalan Mayor Oking, Jalan Tegar Beriman dan Jalan Raya Sukahati.

Meski demikian, tidak ditemukan adanya kepadatan lalu lintas di wilayah-wilayah tersebut.

Update Data Covid-19 Kota Bogor, Jumlah Orang Terkonfirmasi Positif Corona Bertambah

Agar Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Bogor Verifikasi Data Warga Terdampak Covid-19 Non DTKS

Kondisi yang sama juga terjadi di Stasiun Bojonggede yang mana angkutan kereta Bogor - Jakarta masih diramaikan oleh para penumpang di pemberlakukan PSBB hari ke-6 ini.

Meski begitu, Bupati Bogor Ade Yasin mengklaim telah ada penuruan angka penumpang angkutan kareta walau tidak signifikan.

"Memang belum ideal 100 persen. Tapi angka penurunan penumpang sudah lumayan ya. Saya dapat keterangan dari kepala stasiun itu sekitar 24 persen," kata Ade Yasin, Senin (20/4/2020).

Ade Yasin mengimbau kepada para warga yang melintasi perbatasan untuk disiplin terkait pencegahan virus corona (Covid-19).

Selain harus memakai masker, dianjurkan pula mengenakan sarung tangan demi pencegahan penularan virus melalui sentuhan benda-benda selama beraktifitas di luar ruangan.

"Untuk memitus mata rantai (penularan) tergantung kedisiplinan penumpang. Mereka tetap harus konsisten pakai masker dan seharusnya pakai sarung tangan," kata Ade Yasin.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved