Teror Virus Corona

Kronologi Ibu Positif Corona Meninggal, Keluhkan Ini Usai Lahirkan Bayi Kembar, Satu Bayinya Wafat

Ibu rumah tangga meninggal dunia lalu dinyatakan positif corona. Sebelum meninggal, ibu itu melahirkan bayi kembar.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Vivi Febrianti
Gerd Altmann/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang pasien dalam pengawasan ( PDP ) Covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat meningggal dunia lalu dinyatakan positif virus corona.

Sebelum meninggal dunia, ibu berusia 26 tahun ini melahirkan bayi kembar di rumah sakit.

Ibu tersebut melahirkan bayi kembar berjenis kelamin laki-laki di RSUD Sayang Cianjur pada 31 Maret 2020 lalu.

Tiga hari kemudian, pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Namun pada tanggal 6 April, pasien mengalami gejala sesak nafas.

Pasien pun memutuskan untuk berobat ke Puskesmas setempat.

Saat itu, ibu tersebut menjalani rapid test Covid-19.

Hasilnya reaktif hingga akhinya harus dirujuk ke rumah sakit.

Hal itu disampaikan langsung Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal.

"Pemeriksaan rapid test menunjukkan reaktif sehingga langsung dirujuk ke rumah sakit. Karena ruang isolasi di RSUD Sayang penuh, pasien lantas dirujuk ke RS Cimacan," kataya seperti dikutip dari Kompas.com.

Minta Perusahaan di Kabupaten Bogor Tutup Sementara saat PSBB, Bupati : Ini Urusan Nyawa

Waspada Gejala Baru Covid-19, Muncul Lesi Keunguan di Sekitar Jari Kaki

Setelahnya, kondisi kesehatan pasien terus menurun hingga pada 7 April ibu tersebut dinyatakan meninggal dunia.

"Sebelumnya, tim medis telah mengambil sampel dahaknya untuk dikirim ke Labkesda untuk diperiksa. Hasilnya baru keluar pada 17 April kemarin, dan ternyata positif Covid-19," kata Yusman.

Yusman melanjutkan bahwa ibu rumah tangga asal Kecamatan Cijati itu telah dikebumikan sesuai protokol yang berlaku.

"Jenazahnya telah dimakamkan di kampung halamannya dengan protokol jenazah infeksius," kata Yusman, Senin (20/4/2020).

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (fernando zhiminaicela/Pixabay)

Sementara itu satu bayi ibu tersebut meninggal dunia.

Satu bayinya meninggal dunia sehari setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.

Sedangkan bayi satunya kini menjalani perawatan di RSHS Bandung sebagai PDP.

"Satu dari bayinya meninggal dunia, dan satunya lagi telah dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung sebagai PDP (Pasien dalam Pengawasan),"terangnya.

Kasus pertama di Cianjur

Ibu rumah tangga tersebut ternyata menjadi pasien pertama yang terinfeksi virus corona.

Heboh Anggota DPRD Cekcok dengan TGC Covid-19 Perkara Penyemprotan Disinfektan, Aparat Turun Tangan

1.200 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Covid-19 di Desa Laladon Bogor

Agar Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Bogor Verifikasi Data Warga Terdampak Covid-19 Non DTKS

Kini, wilayah Kabupaten Cianjur pun tak lagi berstatus zona hijau.

Ibu berinisial MM ini meninggal dunia pada 7 April 2020 setelah sempat dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Cimacan.

"Ini merupakan kasus pertama atau kasus 01 positif corona di Cianjur. Dengan demikian, kita tak lagi berstatus zona hijau, namun kuning," kata Yusman dalam siaran pers via aplikasi perpesanan, Minggu (19/4/2020).

Yusman mengatakan bahwa MM tidak memiliki riwayat bepergian ke zona merah.

FOLLOW:

Kontak tracing telah dilakukan tim medis.

"Ada enam orang yang kontak dengan MM, dan saat ini sedang diisolasi mandiri," ucapnya.

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved