Breaking News:

Terdakwa Kasus Penipuan Tiketing di Bogor Divonis 5,4 Tahun Penjara

Dalam putusannya Ketua Majlis Hakim Ridwan membacakan fakta terdakwa yang telah mengulangi tindak pidana pada saat menjalani pembebasan bersyarat.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Terdakwa RM menjalani sidang teleconference di Pengadilan Negeri Bogor, Selasa (21/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Terdakwa kasus penipuan bisnis tiketing fiktif RM divonis 5,4 tahun kurungan penjara.

Vonis tersebut diberikan oleh Majlis Hakim dalam sidang putusan Nomor 22/Pid.B/2020/PN.Bgr perkara penipuan bisnis tiketing fiktif pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Bogor, Selasa (21/4/2020) secara telekonpres baik jaksa maupun terdakwa.

Di dalam ruang sidang hanya nampak Majlis Hakim, dan tim kuasa hukum korban.

Dalam putusannya Ketua Majlis Hakim Ridwan membacakan fakta terdakwa yang telah mengulangi tindak pidana pada saat menjalani pembebasan bersyarat.

Selain itu terdakwa juga mengulangi perbuatan residivis, terdakwa tidak adanya itikad baik untuk mengembalikan kerugian yang diderita korban Roesman Koeshendarto sebesar Rp9.749.114.200.00.

"Mengadili, menyatakan terdakwa RM telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan, dan hakim menjatuhkan pidana oleh karena itu terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 5,4 tahun," katanya sore tadi.

Majlis Hakim Ridwan mengatakan bahwa menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan
memerintahkan terdakwa untuk di tahan.

Selanjutnya Majlis Hakim memberi kesempatan untuk terdakwa apakah selama seminggu antara lain menerima semua putusan, pikir-pikir dan mengajukan banding. Dan terdakwa memilih mikir-mikir.

Usai sidang, Kuasa hukum Koeshendarto, Khusnul Naim mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada PN Bogor

"Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya, seluas-luasnya kepada PN Bogor dalam hal ini kepada ketua majlis hakim, karena
putusanya lebih berat dari JPU yakni 5,4 penjara," kata Khusnul di dampingi pengacara satu timnya Tri Widiastuti.

Ditempat yang sama Roesman Koeshendarto yang menjadi korban dalam perkara tersebut mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi terhadap majelis hakim dan jaksa penuntut umum.

"Ya, karena sudah melihat dan nelaah secara detail terhadap kasus penipuan yang dilakukan oleh RM dengan memberikan keputusan yang terbaik dalam putusan ini," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved