Breaking News:

Ramadhan 1441 H

Selama Ramadhan 1441 H, Majelis Taklim Syababul Rahman Tetap Gelar Kegiatan

Ifna menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk mendapatkan kesempurnaan di dalam menunaikan ibadah puasa.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
pemilik Majelis Taklim Syababul Rahman, Muhammad Ifna 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Majelis Taklim Syababul Rahman memiliki agenda tersendiri ketika bulan suci Ramadhan 1441 H / 2020.

Majelis Taklim yang dibesarkan oleh KH Jundan dan Abas Idrus yang berlokasi di Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor itu tetap melaksanakan kegiatan tadarus Al-Quran seperti biasanya.

Kendati demikian, santri yang datang ke kobong (rumah panggung) dianjurkan untuk tetap menjaga jarak.

Hal itu tak terlepas dari anjuran pemerintah perihal sosial distancing.

"Semuanya kami jalankan. Tetap kami menghormati kebijakan dari pemerintah untuk menjaga jarak, situasi dan kewaspadaan," ujar pemilik Majelis Taklim Syababul Rahman, Ustaz Muhammad Ifna kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (22/4/2020).

Lebih lanjut, Ifna menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk mendapatkan kesempurnaan di dalam menunaikan ibadah puasa.

"Di sini kami menekankan bahwa Majelis Taklim kami lebih aktif, lebih giat untuk mendapatkan keistimewaan di bulan suci Ramadhan," jelasnya.

Namun, Majelis Taklim Syababul Rahman memiliki peraturan khusus terhadap para santrinya yang akan mengikuti kegiatan selama bulan suci Ramadhan.

Nantinya, santri yang datang tidak diperkenankan untuk kembali pulang sebelum kegiatan di Majelis Taklim selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

"Tentu kami harus menjaga semua itu. Dengan keadaan seperti ini dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk stay at home. Tapi kami menyebutnya stay at kobon," ungkapnya.

"Mereka yang datang tidak perlu kembali pulang. Insha Allah hari ketiga Ramadhan mereka akan banyak yang datang ke sini. Ya, seperti pesantren kilat. Ketika mereka keluar rumah maka saya tidak mengizinkan balik lagi. Artinya, santri akan bertahan di kobong," sambungnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved