Kesaksian Iptu Stevano Soal Penangkapan Gangster di Jakarta Timur, Terungkap Ternyata Ada 15 Motor

Tim Rajawali berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan di Kawasan Jakarta Timur, sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
Youtube Kompas tv
Pengungkapan kasus gangster di Jakarta Timur. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Peristiwa pengejaran pelaku tindak pencurian dan kekerasan oleh anggota polisi di Kawasan Jakarta Timur belakangan ini ramai dibicarakan.

Viralnya peristiwa itu tak lepas dari beredarnya video yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

Dalam video berdurasi satu menit lebih terlihat dua lelaki berboncengan melaju kencang dengan motornya.

Saat itu mereka tengah dalam pengejaran Tim Rajawali Polres Metro Jakarta Timur.

Setidaknya ada enam anggota Tim Rajawali yang mengejar mereka.

Walau sudah diminta berhenti oleh polisi, dua lelaki itu malah tetap mencoba melarikan diri.

Hingga akhirnya polisi pun memberikan tindakan tegas dan terukur.

Satpam di Bekasi Jadi Korban Pembacokan Usai Ingatkan Pria untuk Pakai Masker, Begini Kronologinya

Pengakuan Perampok yang Bacok Satu Keluarga di Purwakarta, Kaget saat Kepergok Masuk Kamar Perawat

Satu di antara dua lelaki itu diketahui terkena tembakan timah panas di bagian perut.

Katim 1 Rajawali, Aiptu Maryono membenarkan kejadian yang ada dalam video itu.

Ia mengatakan bahwa peristiwa pengejaran itu berawal dari pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya aksi pencurian dengan kekerasan.

"Tim Rajawali pada malam itu sedang lakukan pemantauan wilayah kemudian kurang lebih pukul 03.30 WIB kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa telah tejadi pencurin dengan kekerasan di Tipar Cakung," ujarnya seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari program Rossi Kompas TV, Kamis (23/4/2020).

Ilustrasi begal
Ilustrasi begal (Kompas.com)

Atas laporan itu, pihaknya pun langsung bergerak cepat mencari pelaku.

Kemudian, lanjutnya, Tim Rajawali berpaspasan dengan kelompok gangster.

"Bukan kebetulan, memang kita sering melintas dari titik itu, sudah kita petakan dengan peta kerawanan kita," tuturnya.

Dikatakannya bahwa saat itu ada sekitar 10 sampai 15 motor dengan ciri-ciri yang sesuai dengan laporan dari korban.

"Akhirnya kami melakukan satu tindakan, berupaya menyetop atau mengantisipasi lajunya gangster itu," tuturnya.

Lolos dari Begal, Ibu Muda Tak Berdaya Seusai Dikasih Kain Sarung Pria yang Menolongnya: Saya Nurut

Anak Alami Pendarahan, Ayah Sandiwara Ingin Sembelih Pemerkosa Buah Hatinya, Ibu Syok: Suami Tega

Bibi dan Keponakan Sebar Video Hoaks Jadi Korban Begal, Kini Terancam 6 Tahun Penjara

Sementara itu, Kanit Resmob Polres Jaktim, Iptu Stevano mengatakan bahwa aksi pengejaran yang terekam dalam video hanya satu dari 15 motor yang dikejarnya.

"Sebenarnya ada 15 motor yang dikejar," kata Iptu Stevano.

"Persis kita kejar tapi kita tidak melakukan penembakan ke arah orang karena masih terlau jauh, tapi kami berikan tembakan peringatan, kalau di video ini kita berikan tegas terukur," tuturnya.

Ia pun menjelaskan bukan tanpa alasan pihaknya memberikan tindakan tegas terukur terhadap dua orang dalam video itu.

Pasalnya, kedua lelaki dalam video itu sebelumnya telah melakukan perlawanan kepada Tim Rajawali.

FOLLOW:

Bahkan, kata dia, mereka sempat melempar anggota polisi dengan senjata tajam.

"Di video, karena kami melihat orang tersebut bahwa anggota saya waktu itu dilawan, ditendang bahkan mau dilempar celurit, sebelumnya itu sudah dilempar sajam anggota anggota saya,

Kesal karena Warganya Tak Dirawat dengan Baik, Kades di Lumajang Aniaya Perawat Puskesmas

KRONOLOGI Balita Tewas Dianiaya Ayah Tiri, Pelaku Sempat Pura-pura Cari Korban Bareng Istri

bahkan sebelum kejadian itu waktu korban pun dirampas handphonenya dengan diucungkan senjata tajam, bahkan temen teman lainnya menunjukkan sajam, celurit dan parang, diancam," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pelaku yang saat itu diamankan bukan napi yang sebelumnya mendapatka asimilasi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved