Teror Virus Corona
Ilmuwan Oxford Ujikan Vaksin Corona pada Manusia, Ribuan Orang Jadi Sukarelawan
Dilansir Science Alert, Jumat (24/4/2020), pada fase pertama, setengah dari 1.112 sukarelawan akan diberi vaksin potensial
Diharapkan vaksin ini dapat melatih sistem kekebalan tubuh untuk kemudian mengenali protein dan membantu menghentikan virus corona baru memasuki sel manusia.
Vaksin adenovirus diketahui mengembangkan respons imun yang kuat dengan dosis tunggal dan bukan virus replikasi, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi, sehingga lebih aman untuk anak-anak, orang tua dan pasien dengan penyakit yang mendasari seperti diabetes.
• Ramadhan di Tengah Wabah Covid-19, Ustaz Abdul Somad Ungkap Cara Sedekah : Tapi Mereka Jangan Difoto
Pencarian vaksin corona
Setidaknya ada lebih dari 100 proyek penelitian untuk menemukan vaksin virus corona di seluruh dunia.
Menurut London School of Hygiene and Tropical Medicine, ada tujuh penelitian yang saat ini sudah di tahap uji klinis atau diujikan ke manusia.
Uji Klinis itu sudah dilakukan di China dan Amerika Serikat.
Sementara Jerman mengumumkan Rabu kemarin bahwa pihaknya akan melakukan uji klinis pada akhir bulan ini.
Imperial College London juga berencana akan memulai uji klinis vaksin corona pada bulan Juni.
Penelitian mereka fokus pada vaksin yang mengeksploitasi prinsip yang berbeda, menggunakan RNA, molekul kurir yang membangun protein dalam sel, untuk merangsang sistem kekebalan tubuh.
"Menemukan vaksin adalah satu-satunya cara yang mungkin untuk membawa dunia kembali ke situasi normal," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan pekan lalu, menyerukan percepatan proyek vaksin corona di seluruh dunia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ilmuwan Oxford Resmi Ujikan Vaksin Corona pada Manusia",
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri