Breaking News:

Virus Corona di Bogor

Kronologi Satu Keluarga di Bogor Terinfeksi Virus Corona, Berawal dari Suami Pulang Bekerja

Satu keluarga seorang ibu dan 2 anaknya di Kabupaten Bogor dinyatakan positif virus corona (Covid-19) dan kini sudah dirawat Rumah Sakit Darurat

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
fernando zhiminaicela/Pixabay
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang ibu dan dua anaknya di Kabupaten Bogor dinyatakan positif virus corona (Covid-19) dan kini sudah dirawat Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta.

Video detik-detik evakuasi keluarga ini saat hendak dirujuk ke Jakarta sempat viral di media sosial dan Bupati Bogor membenarkan bahwa kejadian ini terjadi di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa awalnya pada 11 - 12 April 2020, seorang laki-laki mengikuti rapid tes di tempat kerjanya di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Jakarta dan hasilnya negatif.

"Tanggal 14 April 2020 malam Rabu, dia pulang ke rumah dan sesuai SOP dia langsung bersih-bersih diri dan badan, pakaian dan semua perlengkapan dirinnya dibersihkan," kata Ade Yasin, Minggu (26/4/2020).

Setelah waktu Isya, sekitar 19.30 WIB, yang bersangkutan kontak dengan istri dan anak-anaknya.

Kemudian 3 jam kemudian, tiga anaknya mengalami demam dan sempat diobati namun tidak kunjung sembuh.

PSBB di Bulan Ramadhan, Jalan Pajajaran Kota Bogor Terpantau Sepi

Tinjau Penyaluran ATM Beras di Bogor, Ini Kata Menteri Syahrul Yasin Limpo

Keesokan harinya, ketiga anaknya ini dibawa ke sebuah rumah sakit dan berdasarkan hasil rontgen ada peradangan di paru serta hasil tes darah mengarah ke virus (limposit menurun) hingga akhirnya dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona.

"Rumah sakit menawarkan rumah sakit rujukan untuk isolasi anak-anak dan tes kelanjutan untuk memastikan anak-anak positif atau tidak. Akhirnya, sebagai orang tua, lebih melihat ke mental dan psikis anak, memutuskan untuk isolasi mandiri di rumah dan melapor ke RT/RW," katanya.

Pada tanggal 16 April 2020, pihak Puskemas belum bisa melakukan rapid, berhubung alat rapid tes habis namun pihak tempat bekerja sang ayah memfasilitasi untuk pemeriksaan swab, dan akhirnya semua anggota keluarga ini dites swab di RS Polri Jakarta.

Tinjau Penyaluran ATM Beras di Bogor, Ini Kata Menteri Syahrul Yasin Limpo

Tanggal 17 April 2020, sang istri yang berada di rumah mengalami gejala sesak napas dan dilarikan ke sebuah rumah sakit umum daerah (RSUD).

"Tanggal 18 April 2020, karena hasil rapid negatif, dan hasil rontgen menyatakan ada pembengkakan jantung, akhirnya sang ibu ini dipindahkan ke rawat inap. Tanggal 19 April, keadaan sang ibu masih sesak dan masih rawat inap," kata Ade Yasin.

Kemudian tanggal 20 April 2020, hasil lab dari lab RS Polri keluar dan menyatakan rapid test untuk semua anggota keluarga negatif.

Untuk PCR (Polymerase Chain Reaction) atau tes swab sang suami dan anak pertamanya tidak terdeteksi, namun untuk sang ibu, anak ke-2 dan ke-3 terdeteksi (positif).

UPDATE Pasien Corona di Indonesia: Total 8.882 Positif, 1.107 Orang Sembuh

"Akhirnya jam 00.30 WIB sang ibu dijemput dengan menggunakan ambulance RSUD dan difasilitasi mobil kantor ayahnya di rujuk ke RS Wisma Atlet Jakarta. Sementara Ayah dan anak ke-1 diisolasi di rumah," ungkap Ade Yasin.

Pada 21 April 2020, sang ibu masih mengalami sesak dan kedua anaknya lebih baik dari hari sebelumnya, kemudian 22 April 2020 sang Ibu dan anak-anaknya dilakukan pemeriksaan swab ulang di RS namun hasil belum keluar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved