Teror Virus Corona
Jadi Relawan Pengubur Jenazah Pasien Covid-19, Endro Baru Sekali Pulang Rumah Selama Ramadhan
Dia pun memastikan jika jenasah yang sudah dimasukkan dalam peti aman, sehingga tidak perlu masyarakat takut atau menolak.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bekerja menjadi relawan penguburan jenazah pasien Covid-19 memiliki banyak risiko.
Hal ini dirasakan oleh Endro Sambodo, anggota TRC BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Di depan belasan relawan dari berbagai organisasi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Endro bercerita suka duka menjadi relawan Covid-19.
Endro yang bekerja sebulan terakhir menceritakan pengalamannya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum melaksanakan tugas melakukan penanganan jenazah infeksi atau jenazah menular.
"Jenazah menular bisa dari penyakit apa saja. Sekarang yang lagi pandemi Covid-19. Kemungkinan besar karena Covid-19, tapi belum tentu akibat Covid-19. Tetapi kemungkinan besar karena Covid-19," kata Endro di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Gunungkidul, Jumat (1/5/2020).
Kuburkan belasan jenazah Covid-19
Menurut dia, selama sebulan terakhir, ada belasan jenasah yang dilakukan penguburan dengan protokol pemakaman Covid-19.
Dia pun memastikan jika jenasah yang sudah dimasukkan dalam peti aman, sehingga tidak perlu masyarakat takut atau menolak.
Menurut Endro, ada salah satu kepala dukuh dan lurah di salah satu wilayah di DIY menolak kedatangan jenazah pasien Covid-19.
Namun warga sekitar malah mendukung dan mempersilakan penguburan jenasah di wilayahnya. Penolakan ini dikarenakan saat itu informasi masih simpang siur dari media sosial.
"Jangan sampai ada penolakan dari warga karena prosedurnya sudah dilakukan dengan baik dan benar. Kecil kemungkinan tertular, besar kemungkinan masyarakat tertular saat belanja di warung atau ke pasar dari pada tertular jenazah," ucap Endro.
Korbankan waktu dengan keluarga Endro mengaku mengorbankan waktu dengan keluarga kecilnya selama bertugas.
Ia bahkan baru sekali pulang ke rumah selama Ramadhan.
Sebelum pulang dirinya harus mandi dan ganti baju.
Setelah sampai rumah pun dilakukan hal sama.