Pria Ngamuk Saat PSBB
Tanggapi Pria Ngamuk saat PSBB di Kota Bogor, Bima Arya : Tolong Dipahami dan Ditaati
Sikap emosional diperlihatkan oleh pelanggar Peembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sikap emosional diperlihatkan oleh pelanggar Peembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di Kota Bogor.
Pria yang mengaku bernama inisial EW itu berteriak dengan nada tinggi kepada petugas yang memperingatkan PSBB secara.
Secara ramah petugas mengingatkan pengemudi soal aturan PSBB namun dengan nada tinggi EW malah balik menceramahi petugas.
Menyikapi itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta pria tersebut sadar.
"Jadi saya minta semua sadar ini bukan untuk menyulitkan tapi untuk menyelamatkan manusia tolong agar dipahami dan ditaati dan kita jaga sama-sama," ujar Bima Senun (4/5/2020) saat ditemui di Stasiun Bogor.
Bima menjelaskan bahwa aturan PSBB disetiap wilayah yang menerapkan PBB itu sama.
Terkait aturan penumpang tidak boleh duduk berdampingan Bima mengatakan bahwa hal itu dimaksudkan untuk memudahkan warga ataupun petugas yang mengawal PSBB.
"Untuk kebijakan di mobil itu jelas pengemudi di depan penumpang di belakang, kalau suami istri boleh berdampingan nanti bagaimana dengan taksi online kan sulit tidak mungkin petugas harus membuka pintu mencari surat nikah menanyakan dan lain lain itu repot," ujarnya.
Bima mengatakan jika pengguna kendaraan roda empat atau lebih disamakan dengan kendaraan roda dua maka akan terjadi kemacetan oanjang dan kepadatan lalu lintas.
"Nah karena itu dan tidak mudah seharusnya semua bisa menyesuaikan makanya jaga jarak," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/walkot-bogor-bima-arya.jpg)