Didi Kempot Meninggal
Lagu Terakhir Didi Kempot Berjudul 'Ojo Mudik', Beri Pesan Ini pada Masyarakat dan Sobat Ambyar
Akhir April lalu, lagu " Ojo Mudik" yang dinyanyikan Didi Kempot diunggah di akun Youtube Didi Kempot Official Channel
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot dikenal sebagai musisi yang ulet hingga akhir hayatnya.
Pada hari ini, Selasa (5/5/2020), Didi Kempot meninggal dunia pada usia 53 tahun karena mengalami henti jantung.
Akhir April lalu, putra pelawak terkenal, mendiang Ranto Edi Gudel atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto ini mengunggah video klip lagu " Ojo Mudik" di akun Youtube miliknya, Didi Kempot Official Channel.
Melalui lagu ini, Didi Kempot mengajak para sobat ambyar, sebutan untuk penggemar Didi Kempot, yang merantau, untuk tidak mudik dulu.
Tidak tanggung-tanggung, Didi Kempot turut menggandeng sejumlah pejabat di Solo.
• Sering Cover Lagu Didi Kempot, Nella Kharisma Bye Pak Dhe, Firasat Via Vallen: Ga Seperti Biasanya
• Beredar Foto Istri Menangis Tersedu-sedu Depan Jenazah Didi Kempot, Tak Henti Elus Wajah Sang Suami
• Tangis Pilu Istri Didi Kempot di Depan Jenazah Suami, Yan Vellia Tumbang Saat Penutup Wajah Dibuka
Mereka di antaranya Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Dandim 0735 Surakarta Letkol Infanteri Wiyata Sempana Aji, dan Kapolresta Surakarta, Kombes Andy Rifai.
Muncul perdana dalam video klip sebuah lagu, Wali Kota Solo berharap, warga mendengarkan imbauan tidak mudik.
Hingga Selasa siang, video klip " Ojo Mudik" sudah ditonton lebih dari 675 ribu kali.
Didi Kempot berharap sobat ambyar yang tersebar di seluruh negeri menjadi Duta Ojo Mudik.
Ia meminta agar para sobat ambyar mengajak sesama perantau untuk tidak pulang ke kampung halaman sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran virus corona.
• Didi Kempot Akan Dimakamkan di Samping Putra Pertamanya, Warga Berbondong-bondong ke Rumah Duka
• Sehari Jelang Wafat, Didi Kempot Sempat Duet Bareng Yuni Shara, Judul Lagunya Jadi Sorotan, Firasat?
Mengawali karier sebagai musisi jalanan
Didi Kempot mengawali kariernya di blantika musik Tanah Air dengan menjadi seorang pengamen di Surakarta, Jawa Tengah, sejak 1984 hingga 1989.
Dia kemudian hijrah ke Jakarta, dan hingga kini menjadi musisi yang produktif dalam hal mencipta lagu.
Karya-karyanya kebanyakan bercerita tentang cinta, patah hati, kehilangan dan kesedihan.
Hal ini membuat karya-karyanya tidak hanya enak didengarkan, tetapi juga terasa dekat di hati banyak orang yang mengalami kisah serupa.