Breaking News:

Virus Corona di Bogor

Jumlah PDP Covid-19 Terus Menurun, RSUD Kota Bogor Kembali Buka Layanan Non Covid-19

PDP yang dirujuk ataupun berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor jumlahnya terus menurun.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Jumlah Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) virus corona ( Covid-19 ) yang dirujuk ataupun berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor jumlahnya terus menurun. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Jumlah Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) virus corona ( Covid-19 ) yang dirujuk ataupun berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor jumlahnya terus menurun.

Tidak hanya itu, jumlah pasien konversi atau pasien positif Covid-19 yang sembuh pun sudah banyak.

Untuk kembali memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan RSUD Kota Bogor kembali membuka layanan non Covid-19 yang sebelumnya ditutup sementara.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir mengatakan bahwa rawat jalan yang sempat kemarin ditutup, saat ini mulai dibuka seluas-luasnya.

"Insya Allah aman untuk masyarakat, paling penting itu harus disampaikan, ini dilakukan bertahap, tidak semua langsung dibuka, Poli penyakit dalam, poli yang urgen, kalau poli gigi dan mata masih tutup, tapi kalau dokter spesialis bersedia, maka akan dibuka, mulai Senin dibuka, jadi saat Idul Fitri bisa normal diharapkan, Covid-19 sudah pergi dan hilang mudah-mudahan," katanya saat ditemui di RSUD Kota Bogor, Rabu (6/5/2020)

Dr Ilham mengatakan bahwa pembukaan kembali layanan tersebut dikarenakan RSUD Kota Bogor mempunya tanggung jawab bagi pasien non Covid-19 yang jumlahnya cukup banyak juga.

Untuk keamanan RSUD Kota Bogor memisahkan gedung antara khusus Covid dan Non Covid.

"Kemarin RSUD Kota Bogor fokus sebagai rumah sakit rujukan dengan adanya pemisahan blok III gedung RSUD khusus Covid-19, Sehingga blok II dan lainnya bisa dipakai jadi ada blok pavio dan yasmin sudah bisa dipakai karena beda jalur dan berjarak jauh. Kami triase termasuk paling aman," katanya.

Tidak hanya itu RSUD juga memiliki ruan operasi yang darurat terpisah dan kamar operasi khusus PDP yang memang sudah disiapkan.

Sementara itu dilokasi terpisah Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim  mengatakan bahwa dibukannya kembali pelayanan Non Covid sudah melalui pertimbangan yang matang

"Saat ini dengan pertimbangan adanya kondisi perlambatan pasien positif Covid-19 sebagai dampak pemberlakuan pembatasan sosial, hari ini RSUD mulai membuka kembali layanan non Covid," katanya.

Dedie juga menjelaskan sebagai gambaran dari keseluruhan kapasitas sebanyak 120 tempat tidur khusus menangani Covid-19 saat ini diisi 34 pasien yg ditempatkan di Blok 3, termasuk delapan ruang isolasi bertekanan negatif, saat ini diperuntukan utk ICU Covid-19 yg dilengkapi ventilator.

"Mudah-mudahanan dengan terus penerapan PSBB secara lebih ketat, kita mampu menurunkan potensi penyebaran virus ini di Kota Bogor," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved