Teror Virus Corona
Menhub Longgarkan Transportasi Saat Jokowi Ingin Relaksasi Juni, Yunarto : Logikanya Gak Nyambung
bila memang di bulan Juni nanti akan dilakukan relaksasi ekonomi, mestinya bulan Mei ini pembatasan lebih diperketat.
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kebijkana Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka kembali semua moda transportasi menuai polemik.
Pasalnya hal tersebut bertentangan dengan tujuan pemerintah saat ini yang ingin memutus penyebaran Covid-19.
Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya berpendapat, kebijakan Menhub Bui Karya Sumadi tidak masuk logika.
Menurut Mas Toto, sapaan karin Yunarto Wijaya, bila memang di bulan Juni nanti akan dilakukan relaksasi ekonomi, mestinya bulan Mei ini pembatasan lebih diperketat.
"Pak @jokowi coba instruksikan menteri anda jelaskan ke publik apa logika dari pelonggaran transportasi per-besok?
Bagaimana membedakan yg berniat mudik atau gak?
Kalo niat bikin pelonggaran di juni, bukankah logikanya skrg malah hrs diperketat?" kata Yunarto Wijaya.
Yunarto Wijaya mengatakan, relaksasi ekonomi bisa saja dijalankan, tetapi dengan sejumlah syarat.
Relaksasi ekonomi, kata Yunarto Wijaya, dilakukan bukan hanya dengan melihat negara lain.
"Pak @jokowi relaksasi ekonomi bisa dijalankan ya dengan prasyarat tertentu,
bukan hanya karena melihat negara lain juga akan lakukan relaksasi,
silahkan belajar dari singapore yang bahkan imported case di rusun pekerja migran saja sampai membuat PM-nya turun tangan lsg..." kata Yunarto Wijaya.
"Pak @jokowi saya juga mengerti isu kesehatan & ekonomi gak bisa ditrade off,
kebijakan hrs sequencing, makanya kalo juni ingin relaksasi kegiatan ekonomi,
ya skrg pastikan PSBB malah diperketat,