Breaking News:

BIN Tes Massal di Bogor

Gelar Rapid Test Covid-19 di Bogor, BIN Targetkan Periksa 500 Pedagang dan Pengunjung Pasar

BIN bekerjasama dengan BNPB (Gugus tugas percepatan Covid-19) dan Kementerian Kesehatan menyediakan 500 alat rapid test.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
BIN lakukan tes massal di Jalan Suryakencana, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Badan Intelejen Negara (BIN) melakukan tes massal kepada masyarakat di Jalan Suryakancana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (11/5/2020).

BIN bekerjasama dengan BNPB (Gugus tugas percepatan Covid-19) dan Kementerian Kesehatan menyediakan  500 alat rapid test.

BIN juga menargetkan 500 orang pedagang dan pengunjung ikut menjalani rapid test.

Staf Khusus Kepala BIN, Mayor Jenderal (Purn) Neno Hermiano mengatakan pengecekan tersebut dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil.

"Rapid test di wilayah Bogor bahwa ini bergerak, jadi mobile dari satu tempat ke tempat lain khususnya untuk menjangkau wilayah keramaian tujuannya adalah untuk memutus rantai Covid-19," katanya

BREAKING NEWS - Bawa Dua Mobil Lab, BIN Tes Massal Pedagang dan Pengunjung Pasar di Bogor

Berbeda dari hasil rapid test yang memerlukan waktu 15 sampai 20 menit, rapid test ini hanya memerlukan waktu kurang dari dua menit untuk mengetahui hasilnya.

Sehingga peserta test bisa langsung mengetahui hasilnya.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan untuk menangani Covid-19 ini perlu dilakukan test masal secara masif.

Ratusan Penumpang KRL di Stasiun Bojonggede Dites Swab dan Rapid Test

"PSBB tdk ada artinya kalau tidak diimbangi dengan tes massal, rapid tes tidak berdiri sendiri korelasinya, validasinya tidak seakurat swab," katanya.

Bima Arya juga menyampaikan rasa terimakasihnya dan berharap test ini akan dilakukan ditempat lainnya.

"Ini akan kita lakukan rutin baik dr bantuan provinsi, maupun BIN kita berharap kembali lagi ke titik-titik lain di Kota Bogor karena ini dua titik epicentrum penyebaran utama adalah stasiun dan pasar," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved