Breaking News:

Jokowi Naikkan Iuran BPJS di Tengah Pandemi, Gus Nadir: Bertentangan dengan Pertimbangan Hukum MA

Menurut Gus Nadir, keputusan Jokowi itu bertentangan dengan pertimbangan hukum MA sehingga kenaikan iuran BPJS bisa digugat kembali ke MA.

Kolase Twitter dan Kompas.com
Gus Nadir sayangkan pernyataan Jokowi soal isu pulangkan WNI eks ISIS. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Rais PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir mengkritik kebijakan Jokowi yang menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan.

Menurut Gus Nadir, keputusan Jokowi ini bertentangan dengan pertimbangan hukum MA.

Hal itu disampaikan Gus Nadir di akun Twitternya saat mengomentari artikel berita soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ia pun memberikan penjelasan singkat soal hasil putusan MA yang membatalkan kenaikan BPJS Kesehatan sebelumnya.

Gus Nadir menyadari banyak masyarakat yang dibuat bingung dengan kebijakan ini.

Apalagi tagar BPJS dan Dibatalkan MA jadi trending di Twitter.

"Iuran BPJS dinaikkan lagi setelah sebelumnya MA membatalkan keputusan Jokowi menaikkannya.

Gimana bisa?Sebelum muncul tagar yg tembus Trending Topic besok jam 11 dari para buzzer, kita simak yuk diskusi singkat soal ini," tulisnya.

Gus Nadir juga menyertakan hasil putusan MA sebelumnya yang membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ia pun melihat ada yang menarik dari putusan tersebut.

Menko Perekonomian: Kenaikan Iuran untuk Jaga Keberlanjutan BPJS Kesehatan

Presiden Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Simak Rinciannya

Halaman
1234
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved