Teror Virus Corona
Update 15 Mei 2020 Virus Corona : 4,5 Juta Orang Terinfeksi, 1,6 Juta Pasien Sembuh
Wabah Covid-19 yang masih menghantui dunia dan berimbas pada banyak sektor kehidupan, memunculkan aksi unjuk rasa di sejumlah negara.
Akan tetapi, kelompok advokasi kesehatan mengatakan, pakta tersebut berarti bentuk obat yang lebih murah mungkin tak tersedia di negara-negara yang dianggap tak menguntungkan bagi lima produsen tersebut.
• Istimewanya Malam Lailatul Qadar, Inilah Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Italia dan Perancis
Italia salah satu negara yang mempertimbangkan akan mengeluarkan sertifikat kekebalan Covid-19 kepada pasiem sembuh.
Dokter di Italia Utara dan di Perancis melaporkan lonjakan kasus sindrom peradangan langka pada anak-anak yang mirip dengan yang dilaporkan di Amerika Serikat, Inggris, dan Spanyol.
Hal ini seperti dipublikasi The Lancet.
Kondisi itu disebut “Sindrom Inflamasi Multi-Sistem Anak-anak” yang berpotensi berhubungan dengan Covid-19.
Adapun berbagai gejala tersebut diikuti syok toksik dan penyakit kawasaki termasuk demam, ruam, kelenjar bengkak, dan dalam kasus parah peradangan jantung.
Laporan kasus ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Covid-19 dapat menimbulkan risiko lebih besar bagi anak-anak.
Selama ini, Covid-19 dipahami sebagai penyakit yang banyak memakan korban orang tua dengan kondisi kronis.
Aplikasi uji jejak virus corona Inggris telah diunduh oleh 72.300 penduduk. Inggris merilis aplikasi di Pulau Lepas Pantai Selatan Inggris itu pada awal bulan ini.
Aplikasi yang tengah diuji coba tersebut nantinya akan dibutuhkan untuk memeriksa kepatuhan karantina 14 hari yang diusulkan diberlakukan bagi wisatawan internasional.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Virus Corona Dunia 15 Mei: 4,5 Juta Orang Terinfeksi, 1,6 Juta Orang Sembuh", .
Penulis : Nur Rohmi Aida
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/virus-corona-menyebar-di-china-dan-hongkong.jpg)