Teror Virus Corona

500 Warga Ikut Rapid Test di Depok, 120 di Antaranya Jalani Swab Test

Sebanyak 500 orang mengikuti rapid test yang diselenggarakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di pelataran Giant

TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Suasana rapid test di Depok, Jumat (22/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DEPOK - Sebanyak 500 orang mengikuti rapid test virus corona yang diselenggarakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di pelataran Giant, Jalan Tole Iskandar, Depok, Jawa Barat (22/5/2020).

Pantauan TribunnewsBogor.com, dalam rapid test yang diselenggarakan kali ini terdapat 10 loket pendaftarat rapid test, dua unit ambulan, 2 truk box laboratorium dan dua tenda booth sebagai ruang isolasi.

Petugas yang bertugas pun dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap dan juga melakukan penyemprotan disinfektan di bangku-bangku dan area lainnya yang menjadi tempat pusat rapid test.

Petugas rapid test, Boy mengatakan bahwa saat ini petugas masih memeriksa dan meneliti serta merekap hasil lebih lanjut dari beberapa elemen sampel yang diambil dari warga.

"Ini kita masih masih menunggu hasilnya dari laboratorium. Tadi pelaksanaan rapid test dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.

Lebih lanjut, Boy menjelaskan bahwa saat ini beberapa warga juga telah mengikuti swab test.

"Sekitar 120 orang ikut swab test. Tapi itu hasil keseluruhan masih menunggu waktu selama 5 sampai 7 jam," paparnya.

"Nantinya, hasil test tersebut akan langsung dihubungi kepada orang yang bersangkutan," tambahnya.

Sebelumnya, Deputi II Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN, Mayjen TNI (Purn) Neno Hamriono menjelaskan bahwa rapid test yang diselenggarakan ikut melibatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok.

"Sasaran kita adalah masyarakat sekitar yang jumlahnya sekitar 500 orang," jelasnya.

Dalam satu hari, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kota Depok melonjak tajam hingga 70 orang menjadi 3633 dengan rincian 2.114 dinyatakan telah selesai dipantau, dan 1.519 lainnya masih dilakukan pemantauan.

Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) juga mengalami peningkatan sebanyak 14 orang menjadi 1.550 orang dengan rincian 694 lainnya dinyatakan selesai dipantau dan 856 lainnya masih dalam pemantauan.

Sedangkan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) hanya naik sebanyak tiga orang menjadi 1.375 dengan rincian 719 selesai diawasi dan 656 lainnya masih dalam pengawasan.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved