Breaking News:

Donatur Keluarga Asuh di Kecamatan Bogor Timur Terus Bertambah

Para donatur diwilayah Kecamatan Bogor Timur terus mendaftarkan diri untuk menjadi progeam keluarga asuh.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Launching Program Keluarga Asuh secara simbolis di wilayah Kecamatan Bogor Timur untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan yang belum terdata menerima bantuan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Para donatur program keluarga asuh di wilayah Kecamatan Bogor Timur terus bertambah.

Diketahui bahwa setelah satu minggu dilaunching oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor para donatur program keluarga asuh mulai mendaftarkan diri.

Para donatur tersebut mulai dari perusahaan swasta maupun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Bogor Timur.

Camat Bogor Timur, Wawan Sanwani mengatakan bahwa di wilayah Kecamatan Bogor Timur ada 43 Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar di program keluarga asuh karena tidak mendapatkan bantuan sosial (Bansos).

Wawan Sanwani mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembagian donatur diwilayah Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Bogor Timur dengan ketua donaturnya ASN, atas nama Rahmawati.

"Program ini sangat membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 dan masyarakat yang memang tidak mampu, data warga kami yang input aplikasi Salur ada 43 KK dan langsung diverifikasi KTP dan KK,"ujarnya.

Wawan menjelaskan ada sembilan parameter sesuai program Keluarga Asuh, setelah diskoring tiga KK tidak prioritas.

"Alhamdulillah sekarang mudah-mudahan donatur semakin bertambah, ASN banyak juga yang telah berdonasi, nilainya Rp 1 juta untuk dua bulan satu KK, jadi sama Rp500 ribu perbulan dengan Bansos Pemkot Bogor," ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor, Rahmat Hidayat menjelaskan, penyerahan bantuan Program Keluarga Asuh merupakan simboli sebagai salah satu penanggulangan bagi warga terdampak pandemi Covid-19.

Pemkot Bogor sudah membuat aplikasi untuk mengatasi masalah tersebut melalui big data untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial yang diberi nama Salur (Sistem Kolaborasi dan Partisipasi Rakyat) yang bisa diakses melalui www.salur. kotabogor.go.id.

"Dengan big data ini, tidak akan terjadi duplikasi penerimaan bantuan, dan masyarakat diberi ruang untuk mengisi datanya di aplikasi Salur bila merasa sebagai orang yang berhak menerima bantuan sosial tapi belum menerima bantuan dari pemerintah. Para donatur bisa memanfaatkan aplikasi di jagaasa.kotabogor.go.id," tutur Rahmat.

Rahmat menjelaskan, para donatur akan mengisi besaran dana yang mereka akan sumbangkan, dan kepada siapa mereka akan sumbangkan.

Untuk masuk aplikasi jagaasa.kotabogor.go.id harus membuat akun, agar bisa menjadi orang tua asuh, dan di dalam aplikasi tersebut bisa memilih siapa yang mau dibantu.

"Paket tersedia hanya paket Rp1 juta, dan akan dibagikan dua tahap yakni sebesar Rp500 ribu per bulan. Saat ini yang sudah berminat sebagai donatur hampir 300 orang, dan 800 calon penerima manfaat," paparnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved