Cerita Yunarto Wijaya Alami Kecelakaan Hingga Jadi Target Pembunuhan: Tiba-tiba Dihajar

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengungkap cerita saat ia menjadi target pembunuhan.

Tribunnews.com/Reynas Abdila
Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya usai konferensi pers PERSEPI terkait hasil quick count, Sabtu (20/4/2019) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengungkap cerita saat ia menjadi target pembunuhan.

Seperti diketahui, pertarungan Pilpres 2019 lalu memang cukup panas persaingan antara dua belah kubu yakni kubu Prabowo Subianto dan Joko Widodo ( Jokowi ).

Ancaman hingga aksi masa muncul jelang Pilpres 2019 lalu hingga sejumlah orang turut diamankan polisi dan diproses secara hukum.

Salah satunya dialami oleh Yunarto Wijaya yang saat itu mendukung pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Tak hanya itu, bahkan ia mengalami sejumlah kejadian aneh hingga membuat keluarganya panik.

Pengalaman itu terjadi saat Pilpres 2019 lalu ketika mendukung Joko Widodo.

Menurut Yunarto, pengalamannya ini belum pernah ia ceritakan pada media.

"2014 sudah mulai, 2017 lebih jauh kacau dan 2019 itu puncaknya sampai gue diancam bunuh. Sebenarnya tak cuma sebatas apa yang dikeluarkan berita, ini gue belum pernah ngomong sebelumnya," kata Yunarto Wijaya saat menjadi narasumber di kanal YouTube Robert Harianto pada Minggu (31/5/2020).

Ia mengatakan, pada tanggal 1 mei 2019 dirinya sudah dijaga sejumlah personil anti teror.

"Gue baru tahu sendiri cerita detail gue pengen dibunuh pada 23 Mei pagi, setelah pelaku kerusuhan 20 - 21 Mei ditangkap," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved