Teror Virus Corona

Hasil Studi Epidemiologis, Jumlah Orang yang Menularkan Virus Corona Tidak Menunjukkan Gejala

Sejumlah orang yang dinyatakan positif Covid-19 ternyata tidak menunjukkan gejala seperti terkena virus corona.

Geoffrey Bariso/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hasil studi epidemiologis mengungkapkan bahwa jumlah orang yang membawa dan dapat menularkan virus corona ternyata tidak menunjukkan gejala.

Para ilmuwan meyakini bahwa orang-orang golongan ini telah berkontribusi terhadap penyebaran virus, saat layanan kesehatan berusaha untuk menghindari gelombang infeksi baru ketika batasan sosial dibuka kembali.

Ketika virus corona diidentifikasi pada awal tahun ini, banyak pejabat kesehatan masyarakat gagal menjelaskan ancaman yang ditimbulkan oleh penularan orang tanpa gejala ( OTG) ini.

Ini sebagian besar karena mereka sedang mengerjakan model berdasarkan influenza, di mana beberapa perkiraan menunjukkan bahwa hanya 5 persen dari orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.

Akibatnya, pengujian diagnostik skala besar yang diperlukan untuk kasus Covid-19 asimptomatik menjadi terlambat.

"Saya memperingatkan pada 24 Januari untuk mempertimbangkan kasus tanpa gejala sebagai kendaraan transmisi untuk Covid-19, tetapi ini diabaikan pada saat itu," kata Bill Keevil, profesor kesehatan lingkungan di University of Southampton, dikutip dari TheGuardian (30/5/2020).

Bersiap Menuju New Normal, Kemenag Rilis Aturan Baru Akad Nikah Maksimal Dihadiri 30 Orang

"Sejak itu, banyak negara telah melaporkan kasus tanpa gejala, tetapi dapat menularkan virus," lanjut Keevil.

Menemukan pasien tanpa gejala

Kasus pertama penularan asimtomatik Covid-19 terjadi pada awal Januari, ketika seorang pelancong dari Wuhan menularkan virus untuk lima anggota keluarga di berbagai bagian kota Anyang.

Setelah dites positif, ia tetap tidak menunjukkan gejala selama 21 hari masa inkubasi.

Sementara para ilmuwan masih belum tahu apakah orang tanpa gejala sama menularnya dengan mereka yang menunjukkan gejala.

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (fernando zhiminaicela/Pixabay)

"Kami tahu bahwa Anda tidak perlu batuk untuk menularkan infeksi pernapasan seperti Covid-19. Cukup berbicara, bernyanyi, bahkan meniup instrumen seperti vuvuzela," kata Rein Houben, seorang peneliti penyakit menular di London School of Hygiene dan obat-obatan Tropis.

Satu studi di kota Italia Vo melaporkan bahwa 43 persen kasus Covid-19 di kota itu tidak menunjukkan gejala.

Sedangkan laporan awal dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyelidiki penyebaran Covid-19 pada kapal induk Theodore Roosevelt di Maret, menunjukkan bahwa sebanyak 58 persen kasus tidak menunjukkan gejala.

Ingatkan Pengunjung, Patung Rusa di Mal Botani Square Bogor Pakai Masker

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved