Jangan Pakai Sarung Tangan saat Berlanja, Ini Alasannya

Oleh karena itu, orang yang menggunakan dan tidak menggunakan sarung tangan memiliki risiko terinfeksi yang sama.

Tayang:
Editor: Vivi Febrianti
Kompas.com
Pasangan suami istri memakai baju hazmat yang merupakan alat pelindung diri tenaga medis saat berbelanja di mal Gandaria City, Jakarta, Sabtu (28/3/2020).(-) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Selama pandemi belum teratasi, kita diwajibkan memakai masker saat berada di tempat umum dan mempraktikkan kebersihan, seperti mencuci tangan terutama setelah menyentuh permukaan-permukaan tertentu dan menjaga jarak.

Beberapa orang juga mengenakan  sarung tanganketika bepergian, termasuk saat pergi ke supermarket atau apotek.

Apakah memakai sarung tangan adalah langkah yang baik dan dianjurkan untuk mencegah penularan Covid-19? Jawabannya, tidak.

Apa alasannya?

Dilansir Times of India, menggunakan masker, pelindung wajah atau hand sanitizier adalah hal yang baik untuk mencegah penularan virus dan menjaga kebersihan.

Namun, sarung tangan bukan solusi yang tepat untum mengurangi risiko infeksi. Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak menganjurkan penggunaannya, kecuali di situasi tertentu seperti sebelum menyentuh gagang selang bensin, atau mengurus cucian pakaian kotor dari seseorang yang memiliki virus.

Bahkan pada situasi-situasi tersebut, sarung tangan hanya efektif jika dilepas secara tepat dan diikuti dengan praktik cuci tangan pakai sabun.

Namun, ketika berbelanja kebutuhan sehari-hari di supermarket, misalnya, penggunaan sarung tangan sebetulnya tidak begitu efektif.

Ketika kita mengenakan sarung tangan dan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, virus akan tertransfer ke sarung tangan yang menempel pada jari-jari kita.

Selain itu, sarung tangan juga memberikan rasa aman palsu dan membuat orang-orang merasa tidak apa terus menyentuh segala sesuatu, seperti wajah dan mulut mereka. 

Ini dapat menyebabkan diri kita ikut terkontaminasi.

Belum lagi jika tidak melepaskannya secara hati-hati, kuman pada sarung tangan dapat dipindahkan ke tangan kita dan bagian lain dari tubuh. Ketika melepasnya, sarung tangan tersebut harus dibuang dengan benar dan kemudian kita harus mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik.

Oleh karena itu, orang yang menggunakan dan tidak menggunakan sarung tangan memiliki risiko terinfeksi yang sama.

Mencegah penularan

Covid-19 dapat menginfeksi melalui tetesan pernapasan atau droplet dari orang yang terinfeksi ketika mereka berbicara, batuk atau bersin di dekat kita. Menyentuh produk makanan di toko disebut tidak akan menyebabkan infeksi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved