PSBB d Bogor

Cerita Lebaran saat PSBB

Ritual besar dalam perayaan besar, perayaan kemenangan setelah melalui serangkaian ibadah selama satu bulan di bulan Ramadan.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wali Kota Bogor Bima Arya laksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah bareng keluarga di rumah dan dia bertindak sebagai khatib, Minggu (24/6/2020). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- MUDIK adalah ritual yang kita temui setiap tahun di Indonesia.

Pergerakan manusia secara besar, secaras ukarela dan suasana sukacita.

Ritual besar dalam perayaan besar, perayaan kemenangan setelah melalui serangkaian ibadah selama satu bulan di bulan Ramadan.

Mudik menjadi agenda setiap orang, sehingga melibatkan setiap dan banyak aktiviras.

Apa yang terjadi saat mudik Antara lain adalah berkumpul di masjid atau tanah lapang untuk sholat id, saling mengunjungi, berkumpul dengan keluarga, dan lain-lain.

Tempat wisata, sarana transportasi, pasar, mall tumpah ruah, jalanan macet, jalan tol pun penuh sesak.

Makanan, baju baru, bagi-bagi uang, perjalanan, macet, rasanya sudah identik dengan lebaran.

Bahkan berkah mudik dan lebaran tidak hanya dirasakan oleh kaum muslim saja, tetapi juga penganut agama lainnya.

Namun lebaran kali ini akan terasa lain. Lebaran dalam situasi pandemic Covid-19, ditengah pelaksanaan pembatasan social berskala besar (PSBB).

Bagaimana merayakan lebaran tanpa penularan penyakit COVID-19 tentu ini adalah tantangan.

Masyarakat harus tetap dirumah untuk menghentikan penyebaran Covid-19, dan mematuhi aturan-aturan PSBB selama masa PSBB berlangsung.

Lebaran kali ini adalah lebaran yang berbeda, lebaran yang :

- tanpa berkumpul

Hindari berkumpulnya warga, terutama perkumpulan dalam jumlah yang besar.

Jadi tidak ada lagi berkumpul di tanah lapang atau di masjid untuk sholat id.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved