Turki Mulai Pakai Mata Uang Yuan China, Yunarto Wijaya Sindir: Belum Ada yang Marah-marah soal Ini?

Yunarto Wijaya menyindir Tengku Zulkarnain yang belum berkomentar soal berita Turki yang mulai menggunakan mata uang China.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
Kolase Twitter @ustadtengkuzul dan @yunartowijaya
Tengku Zulkarnain dan Yunarto Wijaya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengomentari Turki yang mulai menggunakan mata uang China.

Ia pun penasaran kenapa belum ada yang berkomentar sinis terhadap kebijakan tersebut.

Salah satu yang ia sindir yakni Tengku Zulkarnain yang sering berbeda pendapat dengannya.

Hal itu disampaikan Yunarto Wijaya sambil mengomentari artikel berita berjudul “ Turki Mulai Pakai Mata Uang Yuan China”.

Dilansir dari Wartakotalive.com Selasa (23/6/2020), Turki untuk pertama kalinya menggunakan mata uang China Yuan sebagai alat transaksi.

Penggunaan mata uang Yuan oleh Turki adalah bagian dari kesepakatan kerja sama kedua negara tersebut.

Mata uang Yuan digunakan untuk pendanaan sejumlah proyek yang dikerjakan di Turki hasil kerja sama dengan China.

Kantor berita China, Xinhua, melaporkan,  Bank Sentral Turki mengumumkan pada hari Jumat bahwa untuk pertama kalinya, ia menggunakan Yuan Tiongkok.

Perjanjian penggunaan Yuan ditandatangani oleh Turki dan China tahun lalu (2019).

Perusahaan-perusahaan Turki menggunakan Yuan China untuk membayar tagihan impor mereka melalui bank-bank terkait dalam transaksi pada hari Kamis, kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.

Dikritik Yunarto Wijaya, Menteri Minta Anies Evaluasi CFD di Jakarta: Masyarakat Ada yang Belum Siap

John Kei Kembali Ditangkap, Yunarto Wijaya Samakan dengan Sosok Ini: Padahal Katanya Sudah Tobat

Dikatakan itu adalah langkah penting untuk akses ke likuiditas dan bahwa "itu akan semakin memperkuat kerja sama keuangan antara Turki dan China."

Cadangan bank sentral Turki telah berkurang sejak tahun lalu karena upaya untuk melindungi mata uang nasional, lira Turki, dari penurunan lebih lanjut terhadap dolar AS di tengah perekonomian negara yang rentan.

Menteri Keuangan dan Keuangan Turki Berat Albayrak mengatakan baru-baru ini bahwa Turki mengadakan pembicaraan untuk membangun jalur pertukaran dengan beberapa negara.

Dalam kerangka ini, Turki tiga kali lipat akhir Mei nilai perjanjian pertukaran mata uangnya dengan Qatar menjadi 15 miliar dolar dari 5 miliar dolar. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved