John Kei Ditangkap
Akui Sering Dapat Ancaman dari John Kei, Nus Kei: Saya Kira Enggak Akan Kayak Kemarin
Itulah sebabnya, anak buah John Kei hanya bertemu istri dan anak-anak Nus Kei saat melakukan penyerangan.
"Kami adalah keluarga, apalagi saya sebagai pamannya. Saya enggak berpikir kejadian itu terjadi," kata dia.
Berharap John Kei mengakui kesalahannya Nus Kei juga menginginkan agar John Kei yang saat ini sudah ditahan oleh Polda Metro Jaya bisa mengakui kesalahannya atas penyerangan tersebut.
"Saya berpesan agar dia mengakui bahwa dia sudah berbuat dan mengakui," kata Nus Kei.
Meski sudah mengaku memaafkan ponakannya tersebut, Nus Kei mengatakan akan tetap melakukan proses hukum terhadap John Kei.
Setelah itu, Nus Kei berencana akan mengumpulkan orang-orang Kei di Jakarta untuk menyelesaikan masalah yang ada antara dia dan keponakannya itu yang telah mengorbankan satu nyawa orang Kei.
Namun pertemuan itu, lanjut dia, akan dilakukan setelah proses hukum John Kei selesai.
"Ini proses ini selesai dulu ya. Saya akan lakukan sebuah rekonsiliasi. Saya akan mengumpulkan semua orang Kei yang ada di jakarta supaya kejadian ini berakhir pada kami, jangan sampai anak cucu kami mengalami," kata dia.
Keluarga trauma Penyerangan tersebut juga membuat trauma keluarga Nus Kei yang saat penyerangan sedang berada di rumah mereka.
Setidaknya ada 7 anggota keluarga Nus Kei yang berada di rumah saat peristiwa penyerangan terjadi, termasuk anak dan kedua istrinya.
"Pasti trauma (istri Nus Kei), perempuan. Kalau saya kan sudah biasa (diancam)," kata dia.
Nus Kei mengatakan saat ini keluarga diungsikan sementara ke rumah kerabat mereka yang masih di sekitar Jabodetabek.
Nus Kei mengatakan, beruntung keluarganya tidak menderita luka akibat serangan tersebut karena memang langsung lari ke atas loteng.
"Aman (keluarga) karena mereka bisa menyelamatkan diri, masih dilindungi Tuhan," ujar Nus Kei.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Nus ei Berseteru dengan John Kei, Tak Mengira Akan Diserang dan Ingin Rekonsiliasi"
Penulis : Singgih Wiryono
Editor : Jessi Carina