Kisah Pemuda Bogor Budidayakan Ikan Cupang Hias, Berawal dari Hoby, Kini Jadi Sumber Penghasilan

Seorang pemuda di Bogor menggeluti budidaya cupang hias hingga menghasilkan ratusan ribu rupiah dari satu ekor cupang.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Febri Purnomo Marwan warga Kampung Kukupu Kelurhan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor menjalani budidaya cupang hias dengan media yang sederhana hingga bisa menghasilkan rupiah ratusan ribu untuk satu cupang hias 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Seorang pemuda di Bogor menggeluti budidaya cupang hias hingga menghasilkan ratusan ribu rupiah dari satu ekor cupang.

Febri Purnomo Marwan warga Kampung Kukupu Kelurhan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor menjalani budidaya cupang hias dengan media yang sederhana.

Hanya dengan menggunakan kolam kecil menggunakan terpal dan beberapa baskom pria yang awalnya hoby memelihara cupang ini menjalani budidaya cupang hias.

Febri menceritakan budidaya ikan cupang dijalaninya sejak tiga tahun terakhir.

"Ternak sekitar 2018 awalnya kita cari indukan yang memang berkualitas, jadi kita budidaya bukan untuk mencari kuantitas tapi kualitas," katanya, Senin (29/6/2020).

Cupang hias yang dibudidayakannya adalah cupang hias plakat yang terbagi dalam berbagai jenis.

Untuk breding (budidaya) cupang hias dari proses kawin bertelur hingga dewasan dan mengeluarkan warna yang cantik dibutuhkan waktu sekitar empat sampai lima bulan.

"Untuk breding cupang itu enggak sulit, hanya perlu sabar dan ketekunan," kayanya.

Cupang hias dengan berbagai kualitas atau grade yang dijualnya berkisar dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung dari grade ikan itu sendiri.

Febri mengatakan biasanya Ia menjual cupangnya ke pasar ikan parung dan kebeberapa kios serta melalui media online Cupanghias_indonesia.

"Kita pernah ngirim ke luar pulau juga, ke Kalimantan dan Sulawesi, Kita jamin pengemasan aman untuk ikan," ujarnya.

Namun saat ini kata Febri pengiriman ikan cupang hias melalui jasa pengiriman agak sulit.

"Kalau sekarang cukup sulit peraturannya harus pegang surat surat," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved