Rhoma Irama Manggung di Bogor

Rhoma Irama Manggung di Zona Merah Corona, Polisi Akan Periksa Semua yang Terlibat

Mulai dari pihak penyelenggara acara khitanan termasuk para artis yang tampil di acara yang menimbulkan kerumunan massa tersebut.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy seusai menerima kunjungan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto di pendopo bupati, Cibinong, Senin (29/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan bahwa pihaknya akan periksa siapapun yang terlibat dalam acara manggungnya Rhoma Irama di Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Minggu (28/6/2020) kemarin.

Mulai dari pihak penyelenggara acara khitanan termasuk para artis yang tampil di acara yang menimbulkan kerumunan massa tersebut.

"Setelah itu, kita baru tentukan kira-kira mereka melanggar di pasal mana. Semua kita periksa. Segera mungkin," kata AKBP Roland Ronaldy saat ditemui TribunnewsBogor.com di Cibinong, Senin (29/9/2020).

Selain Rhoma Irama, dalam acara khitanan itu juga tampil artis-artis lainnya.

Padahal Gugus Tugas Covid-19 sudah melayangkan surat pelarangan agar acara panggung itu tidak digelar karena berpotensi menimbulkan kerumunan massa di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional yang masih berlaku.

Terlebih, Kecamatan Pamijahan sebagai lokasi acara itu merupakan salah satu zona merah corona di Kabupaten Bogor.

"Memang di awal kita sudah melakukan imbauan-imbauan kepada yang bersangkutan bersama Gugus Tugas, sudah memberikan surat juga untuk menolak diadakannya hiburan dalam acara khitanan tersebut. Kita kecewa juga dengan adanya ini," kata Roland Ronaldy.

Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin yang mana pihak yang bertanggung jawab dalam acara yang menimbulkan kerumunan itu terancam sanksi yang berlaku.

"Kalau memang melanggar ya, iya (diproses hukum). Kita ada PSBB, karena itu ada ancaman hukumannya, nanti kena sanksi, tapi berdasarkan pemeriksaan nanti. Kan dipanggil semua tuh, penyelenggara sama yang tamu juga, yang menimbulkan kerumunan kita panggil," ungkap Ade Yasin.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved