Breaking News:

Info Kesehatan

Pakai Masker Kain yang Sama Tanpa Dicuci Lebih Dulu, Waspada Bahaya Ini !

Masker kain saja memang bukan penyebab tunggal infeksi kulit, namun kombinasi antara udara yang panas, lembab

Pixabay.com
ilustrasi memakai masker untuk mencegah Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Masker kini sudah menjadi bagian dari perlengkapan wajib saat keluar rumah untuk mencegah penularan Covid-19.

Walau begitu, jangan sampai menggunakan masker kain yang sama tanpa mencucinya.

Masker kain saja memang bukan penyebab tunggal infeksi kulit, namun kombinasi antara udara yang panas, lembab, serta masker yang ketat dan kotor bisa memicu infeksi jamur dan bakteri.

Infeksi jamur yang menyebabkan iritasi kulit biasanya disebabkan karena jamur candida. Jamur ini secara alami hidup di kulit kita.

“Infeksi jamur bisa muncul jika kondisinya tepat, yaitu lingkungan yang panas dan lembab. 
Faktor lain adalah diabetes, sistem imun yang rendah, serta kebersihan yang kurang terjaga,” kata dokter dermatologi Susan Massick.

Kecanggihan Masker yang Dipakai Istri KSAD, Intip Spesifikasi dan Harganya

Ia mengatakan, jenis infeksi jamur di wajah yang paling umum adalah dermatitis seboroik, yang ditemukan terutama di bagian kelenjar minyak.

Panitia dan peserta menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Intitut Teknologi Bandung (ITB) 2020, di SMAN 5, Jalan Belitung, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). Ujian masuk perguruan tinggi negeri ITB di saat pandemi Covid-19 ini, setiap peserta wajib mengenakan masker medis, masuk ke tempat ujian diperiksa suhu tubuh dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer, masuk ke ruang ujian jaga jarak aman (physical distancing) dan harus membersihkan tangan dengan hand sanitizer, serta jarak tempat duduk peserta di ruang ujian diatur lebih renggang. Sementara setiap panitia mengenakan masker medis, face shield (pelindung wajah), dan sarung tangan. Pelaksanaan UTBK SBMPTN ITB gelombang pertama pada 5-14 Juli 2020 dan dilanjut gelombang kedua pada 20-29 Juli 2020. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Panitia dan peserta menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Intitut Teknologi Bandung (ITB) 2020, di SMAN 5, Jalan Belitung, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). Ujian masuk perguruan tinggi negeri ITB di saat pandemi Covid-19 ini, setiap peserta wajib mengenakan masker medis, masuk ke tempat ujian diperiksa suhu tubuh dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer, masuk ke ruang ujian jaga jarak aman (physical distancing) dan harus membersihkan tangan dengan hand sanitizer, serta jarak tempat duduk peserta di ruang ujian diatur lebih renggang. Sementara setiap panitia mengenakan masker medis, face shield (pelindung wajah), dan sarung tangan. Pelaksanaan UTBK SBMPTN ITB gelombang pertama pada 5-14 Juli 2020 dan dilanjut gelombang kedua pada 20-29 Juli 2020. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

“Di wajah, terutama infeksi ini memengaruhi pinggiran hidung, alis, dan di sekitar telinga. Infeksinya akan menyebabkan ruam kemerahan, sedikit kekuningan, dan agak berminyak,” katanya.

Donald Trump Mengaku Tak Masalah jika Diminta Pakai Masker

Menggunakan masker selama berjam-jam bisa meningkatkan risiko infeksi dan iritasi, yang merupakan lingkungan yang rentan terjadinya infeksi.

Untuk mencegahnya, dokter dermatologi Peterson Pierre mengatakan untuk sekali-kali membuka masker jika memungkinkan.

“Jeda menggunakan masker akan mengurangi panas, keringat, kelembaban, dan meningkatkan aliran udara, sehingga risiko infeksi berkurang,” kata Pierre.

Orang yang sudah memiliki gangguan kulit, misalnya eksim, paling rentan mengalami iritasi karena pemakaian masker.

Massick menyarankan untuk membawa beberapa masker jika kita akan beraktivitas di luar rumah seharian. Ganti masker jika sudah terasa lembab.

Itu sebabnya masker kain harus rajin dicuci tergantung frekuensi penggunaan lalu jemur di bawah sinar matahari langsung.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Malas Ganti Masker, Waspadai Jamur", 

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved