Ikan Dori yang Dimakan Orang Indonesia Ternyata Patin, Ini Bedanya
Sementara patin fillet impor, warna dagingnya sangat putih karena menggunakan zat pemutih.
Menurut Nilanto, edukasi terkait dori dan patin ini sangat penting dilakukan, karena milenial mulai menggemari produk olahan ikan.
Pengelola restoran atau kafe, kata dia, harus memastikan bahwa fillet patin yang diolah adalah patin dalam negeri dan bukan impor dari Vietnam.
Sementara itu, Nilanto menyatakan bahwa kegiatan kampanye Gemarikan juga untuk memperkenalkan keunggulan ikan lokal daripada impor.
"Selain edukasi kita juga mengenalkan kepada masyarakat ikan-ikan lokal Indonesia. Untuk itu setiap bantuan ikan yang kita berikan pasti berupa ikan-ikan lokal baik berupa ikan segar maupun produk-produk olahannya yang diproduksi oleh UMKM setempat," kata Nilanto.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ikan Dori yang Dimakan Orang Indonesia Ternyata Patin, Apa Beda Keduanya?"
Penulis : Yuharrani Aisyah
Editor : Yuharrani Aisyah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ikan-patin-kuah-pucung_20161202_180336.jpg)