Wartawan Metro TV Tewas
Polisi Periksa 20 Saksi Demi Ungkap Kematian Editor Metro TV, Pisau dan Baju Korban Jadi Petunjuk
Teka-teki kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polisi periksa 20 saksi, ayah korban ungkap kebiasaan korban.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
"Semuanya masih didalami," katanya.
• Cerita Editor MetroTV Sebelum Ditemukan Tewas, Bibi Ungkap Perubahan Sikap Yodi: Sering Bangun Malam
• Editor Metro TV Tewas Jelang Ulang Tahun, Kekasihnya Janji Bawa Ini ke Pemakaman : Taro di Atasnya
Sementara itu pemilik warung, Sari membenarkan bahwa saat olah TKP, anjing pelacak sempat berhenti di warungnya.
Namun, Sari mengaku tidak pernah melihat korban di sekitar warungnya.
Sari mengatakan bahwa biasanya ia membuka warung pukul 08.00 WIB.
Kemudian Sari menutup warungnya setelah magrib.
"Buka jam 8an, tutup magrib, abis magrib tutup," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa suasana di sekitar warungnya memang sepi menjelang malam.
"Belum pernah liat (korban), saya gak ada di sini kalau malam saya pulang," tuturnya.
"Emang sepi semua diportal jadi motor gak bisa masuk," tambahnya.
Kasih kabar bila tak pulang ke rumah
Ayah korban, Suwandi mengungkapkan bahwa ia terakhir bertemu dengan anaknya pada Selasa (7/7/2020) sore.
• Misteri Kematian Editor Metro TV, Kekasih Akui Yodi Prabowo Ada Masalah: Belum Berani Cerita ke Saya
• Fakta Baru Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Luka Tusuk di Paha dan Leher
Saat itu, Yodi Prabowo pamit untuk berangkat bekerja.
"Terakhir Selasa sore sekitar jam 03.10 WIB, dia berangkat kerja ke metro," katanya.
Biasanya, kata dia, Yodi Prabowo sudah pulang sekitar pukul 01.00 WIB.
Namun saat itu Yodi Prabowo justru tak kunjung pulang ke rumah hingga pagi hari.