Setubuhi Anak Tiri sambil Direkam, Pria Ini Kirim Videonya ke Teman Korban untuk Target Selanjutnya

Rupanya video itu ia kirim ke rekan korban dengan tujuan agar ia mendapat target baru.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi menunjukkan barang bukti yang disita dari kasus pria setubuhi anak tirinya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang ayah tiri di Ponorogo tega menyetubuhi anak tirinya yang masih berusia di bawah umur.

Rupanya saat melancarkan aksinya, pelaku terlebih dahulu mengajak korban untuk menonton film porno bersama.

Kemudian setelah itu pelaku pun memaksa anak tirinya tersebut untuk berhubungan badan.

Aksi bejat itu dilakukan pelaku saat istrinya, yakni ibu korban sedang tidak ada di rumah.

Bukan sekali, ia bahkan telah menyetubuhi anak tirinya itu berkali-kali selama delapan bulan.

Bahkan, ia juga merekam aksi persetubuhan itu hingga akhirnya tersebar.

Dilansir dari Surya.co.id, aksi bejat itu dilakukan oleh pria berinisial M (29) kepada anak tirinya yang berinisial NDP (12).

Persetubuhan paksa itu dilakukan M sejak awal tahun 2020 hingga Agustus 2020.

"Sudah kami proses, tahap sidik. Kemarin sudah kami amankan yang diduga keras sebagai pelaku," kata Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, Rabu (19/8/2020).

Mochamad Nur Azis menjelaskan, perlakuan bejat M dilakukan di rumahnya di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, ketika istrinya atau ibu korban sedang keluar rumah atau bekerja.

Ayah Cabuli Anak Tiri 8 Bulan, Adegan Direkam dan Video Panasnya Menyebar usai Dikirim ke Teman

Tertipu Foto Tampan di Facebook, Gadis Dicabuli Kuli Bangunan di Gubuk Lalu Ponselnya Dibawa Kabur

Aksi M terungkap saat video persetubuhan paksa itu beredar di media sosial dan diketahui oleh masyarakat di lingkungan rumah korban.

"Lalu (video pencabulan) diketahui juga oleh pelapor, yaitu ibu korban hingga memutuskan untuk melaporkan terduga pelaku," lanjutnya.

M sendiri sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Ponorogo dan dijerat dengan pasal berlapis yaitu UU perlindungan anak dan UU ITE.

"Yang UU ITE diancam 6 tahun sedangkan yang UU perlindungan anak diancam hukuman 5-15 tahun," ujar Azis.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved