Breaking News:

Misteri Dibalik Hilang Pria di Hutan Bambu, Cuma Ibunya yang Lihat, Basarnas: Logikanya Gak Mungkin

Menurut kabar yang beredar, pria tersebut diduga dibawa sosok misterius hingga tidak bisa dilihat oleh orang lain saat mandi di sungai dekat hutan bam

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
Tribun Jogja
Viral pria di Magelang hilang usai mandi di sungai, sang ibu lihat anaknya di atas pohon bambu 

Ketika itu warga setempat bernama Utoro pedagang angkringan di depan MTS di tepuk punggungnya oleh seseorang.

Utoro kaget lantaran ada seorang dalam kondisi telanjang.

Korban bilang ke Utoro agar mengantarnya pulang.

Setelah Utoro menyadari itu Eksan tetangganya yang dikabarkan hilang.

Ia lantas mencari karung goni untuk menutupi tubuh Eksan.

Pulang Minta Digendong

Eksan pria berusia 30 tahun minta diantarkan pulang dengan cara digendong.

Ia menolak saat akan diantar menggunakan mobil.

Akhirnya Eksan diantar pulang oleh tetangga lainnya bernama Samidi dengan cara digendong ke rumahnya.

Ehsan ditemukan pada malam Kamis malam (20/8/2020) sekitar pukul 23.00 WIB dalam keadaan linglung.

Ia berjalan dalam keadaan telanjang menuju warung di depan MTS Pucang.

Oleh warga, ia kemudian diberikan kain untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.

Anehnya, saat akan diantar pulang dengan mobil, ia menolak dan minta digendong saja.

Akhirnya ia pun digendong oleh warga menuju rumah dengan kawalan Basarnas Semarang dan juga BPBD.

"Saat di ketemukan Ehsan menolak diantar pulang dengan menggunakan mobil tapi malah meminta di gendong oleh warga yg di temui di warung

Alhamdulillah Sudah di temukan dengan keadaan selamat jam 22.30 di lapangan mts pucang Magelang" tulis akun @magelang_raya.

Korban Tinggalkan Jejak Pakaian

Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya menjelaskan pihaknya menerjunkan ratusan anggota SAR gabungan untuk mencari Eksan Aji Saputra (30), warga Prayan RT 4 RW 2 Desa Pucang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang.

Namun, tidak disangka Eksan yang awalnya diduga tenggelam ternyata malah ditemukan selamat 2 kilometer dari lokasi awal hilang.

Menurut Yahya, kronologi hilangnya korban bermula Rabu (19/8/2020) sekitar pukul 14.00.

Saat itu korban berpamitan kepada keluarganya hendak mandi di sungai Grogolyudan.

Sebelum dinyatakan hilang, warga setempat sempat melihat pakaian yang ditinggalkan korban di tepi sungai.

Namun keberadaan korban tidak terlihat sekira pukul 15.00.

"Melihat jejak pakaian yang di tinggalkan awalnya kami menduga korban terseret arus saat mandi di sungai Grogolyudan," jelas Yahya.

Ia lantas memberangkatkan 1 tim rescue Kantor Pencarian dan pertolongan Semarang untuk melakukan operasi pencarian disertai alat peralatan SAR air

Upaya pencarian tim SAR gabungan dengan metode penyisiran susur sungai dari tempat kejadian menuju ke arah Selatan kurang lebih 2 kilometer.

"Kami bersyukur survivor telah ditemukan. Operasi SAR dinyatakan selesai dan tim SAR gabungan kembali kesatuannya- masing- masing," jelasnya.

(Tribun Bogor/Tribun Jogja/Tribun Jateng)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved