Di Bogor, Banyak Lansia Lupa Bawa Masker Bahkan Tidak Menggantinya Berhari-hari

Pada kesempatan itu Dinas Kesehatan juga membagikan masker dan susu dalam kemasan untuk para anak-anak dan lansia.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM/LINGGA ARVIAN NUGROHO
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno melakukan edukasi dan memberikan masker serta susu dalam kemasan kepada lansia yan berprofesi sebagai pemulung di Lawang Salapang Kota Bogor, Sabtu (29/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kampanye masif protokol kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor menemukan beberapa orang lanjut usia (Lansia) pedagang dan PMKS yang tidak menggunakan masker.

Sambil menggaungkan kampanye protokol kesehatan dengan pengeras suara Dinas Kesehatan Kota Bogor juga membawa  poster poster bertuliskan protokol kesehatan.

Dalam kampanye masif protokol kesehatan Dinas Kesehatan menemukan beberapa orang yang tidak menggunakan masker ataupun tidak mengganti maskernya.

Pada kesempatan itu Dinas Kesehatan juga membagikan masker dan susu dalam kemasan untuk para anak-anak dan lansia.

Bahkan seorang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mengaku tidak memiliki masker karena masker yang dimiliki kotor dan sedang dicuci.

Ketika diberi masker dan susu dalam kemasan PMKS itu pun langsung memakai maskernya dan kembali melanjutkan aktivitas memulung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno mengatakan bahwa lansia dan anak anak merupakan orang yang beresiko tertular karena daya tahan tubuhnya yang rentan tertular

"Iya kita temukan ternyata lansia anak anak masih tinggi aktivitas dan mobilitasnya keluar rumah jalan-jalan olahraga pagi di luar tadi juga kita ingatkan orang orang yang beresiko tinggi sebaiknya tidak keluar rumah dan retap memakai masker saat aktivitas di liar rumah," ujarnya.

dr Retno mengatakan bahwa kampanye masif tersebut akan terus digencarkan dengan melibatkan berbagai komunitas dan organisasi.

Terkait status Kota Bogor dr Retno mengatakan saat ini Kota Bogor berada di zona merah.

Untuk itu warga Kota Bogor mulai dari komunitas terkecil di dalam keluarga dan tempat tinggalnya dan tempat aktivitasnya harus saling mengingatkan untuk disiplin protokol kesehatan.

"Saat ini strategi Kota Bogor adalah penerapan Pembatasan Sosial Skala Mikro dan Skala Komunitas artinya bahwa pembatasan sosial berskala mikro atau komunitas, artinya dari situ semua haris saling mengingatkan," katanya.

Pada kampanye masif  itu Dinas Kesehatan Kota Bogor juga menyambangi beberapa komunitas diantaranya komunitas pesepeda, pelari, anak-anak muda, pedagang dan warga yang sedang duduk duduk di depan gang tempat mereka tinggal.

Karena kata dr Retno pencegahan penularan Covid-19 bisa dilakukan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan sehingga warga harus salaing mengingatkan

"Iya betul tadi juga kita mengingatkan para komunitas komunitas seperti komunitas pelari dan sepeda , pedagang,  karena mereka juga harus saling mengingatkan atau kalau perlu membuat satgas satgas covid jadi dari keluarga komunitas terkecil peduli dan turut serta dalam pengendalian Covid-19," ujarnya.

Kampanye masif tersebut juga dilakukan dengan tetao mematuhi protokol kesehatan menjaga jarak memakai masker dan tidak berkerumun serta mencuci tanyan dengan sanitizer.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved