Breaking News:

Mayat Bos Meubel Ditemukan Setelah 7 Tahun Jadi Misteri, Pengubur Korban Ngaku Dikasih Upah Segini

Jenazah Sidik Purwanto, pemilik Meubel ditemukan setelah 7 tahun tak diketahui keberadaannya.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Unit Jatarans saat melihat lokasi dikuburkannya Sidik Purwanto (60) bos meubel yang telah tewas dibunuh pada tujuh tahun lalu akibat menjadi korban perampokan. 

Yuliana merupakan satu pelaku yang bertugas menguburkan korban bersama Muslimin.

Pengangkatan jasad Sidik yang sudah jadi tulang belulang di kawasan Mariana, Banyuasin, Jumat (4/9/2020).
Pengangkatan jasad Sidik yang sudah jadi tulang belulang di kawasan Mariana, Banyuasin, Jumat (4/9/2020). (sripoku.com/rere)

"Yang menguburkan jenazah korban adalah tersangka Yuliana dan Muslimin. Sehingga ketika Yuliana ini bunuh diri kami kesulitan mencari lokasi korban dikuburkan. Sempat dua kali dicari namun tidak ketemu," ujar Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi, Sabtu (5/9/2020).

7 tahun berlalu, keberadaan jenazah Sidik Purwanto pun terungkap.

Lokasi makam Sidik Purwanto terungkap setelah polisi menangkap satu pelaku yang ternyata turut mengubur jenazah korban.

Kompol Suryadi mengatakan, pelaku Muslimin (37) ditangkap di Desa Bungin Tinggi, Kecamatan SP Padang, Ogan Komering Ilir (OKI) pada Jumat (4/9/2020).

Pengakuan Gadis Kecil Dianiaya Ibu Kandung Hingga Tangannya Patah: Masih Sakit, Tadi Diinjak Mama

Pengakuan Ibu Kandung yang Aniaya Gadis Kecil Hingga Tangan Korban Patah: Habis Pakai Sabu

Dengan tertangkapnya Muslimin, empat orang pelaku perampokan telah ditangkap sementara satu lagi masih buron, atas nama Amin.

Berdasarkan keterangan Muslimin, jenazah Sidik dikuburkan di pinggir sawah, dengan jarak satu kilometer dari rumah Yuliana (pelaku) di Kompleks RSUP Sungai Kundur, RT 13/03, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin 1, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Saat dievakuasi, tubuh Sidik pun sudah dalam kondisi tinggal tulang belulang berbungkus karung yang telah rusak.

Pengakuan Muslimin

Muslimin mengaku, dirinya diupah oleh Amin (DPO) sebesar Rp 1 juta untuk menguburkan jenazah korban di pinggir sawah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved