Info Otomotif

Tips saat Akan Membeli Mobil Bekas, Simak Penjelasannya di Sini!

Selama pandemi, banyak masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian.

Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com
ILUSTRASI - mobil bekas 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA - Selama pandemi, banyak masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian.

Produsen ban asal Korea Selatan, PT Hankook Tire Sales Indonesia melihat tren pembelian mobil bekas disaat pandemi harus diimbangi dengan kewaspadaan pembeli, karena mobil bekas dapat mudah disulap terlihat baru kembali.

Saat membeli mobil bekas atau mobkas, kita harus memilih diler yang tepat dan terpercaya, serta memeriksa seluruh komponen kendaraan secara menyeluruh dan melakukan uji coba agar tidak menambah biaya ekstra yang ujungnya malah merugikan.

Komponen kendaraan yang penting untuk diberikan perhatian khusus, ialah ban. Ban satu-satunya komponen yang bersinggungan langsung dengan aspal dan perlu bekerja keras dalam perjalanan.

Kebiasaan menunda untuk memeriksa atau mengganti ban dengan kondisi yang tidak prima dapat berakibat buruk.

President Director Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin melihat ada tiga aspek penting yang perlu diperhatikan pada ban saat akan membeli mobil bekas.

"Yang pertama harus diperhatikan ialah orisinalitas keempat ban mobil bekas yang akan dibeli, termasuk ban cadangan yang dimiliki apakah masih layak atau tidak. Pahami spesifikasi tiap ban dan pastikan riwayat penggantian ban sebelumnya," tutur Shin, Selasa (8/9/2020).

Jika Anda menemukan bahwa ban sudah pernah diganti, periksa pula apakah keempat ban sudah menggunakan ukuran yang sesuai.

Selain itu, jika ingin mengganti ban baru dengan ukuran yang lebih besar perlu memperhatikan ukuran diameter keseluruhan baik pelek dan ban harus tetap sama dengan ukuran ban awal atau lama agar tidak mengacaukan speedometer dan pastikan load index yang tetap mengacu pada rekomendasi produsen mobil.

Untuk menentukan pengukuran yang tepat saat melakukan upsizing ban dapat menggunakan kalkulator ban atau menanyakan pada dealer ban terdekat.

Pada umumnya, keempat ban sangat dianjurkan tidak memiliki spesifikasi yang berbeda, apabila ingin diganti maka harus diganti secara bersamaan.

Namun demikian, masih memungkinkan apabila hanya dua ban yang diganti, asalkan ban yang baru harus dipasang di roda belakang.

"Jika hanya satu ban yang diganti, maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan kiri atau kanan yang berdampak pada kualitas traksi yang kurang kuat sehingga berdampak pada kinerja kendaraan," jelas Shin.

Kedua, pastikan keausan tapak ban masih berada di ambang batas minimal yang bertanda TWI (Tread Wear Indicator), yaitu setebal 1.6 mm dari permukaan dasar tapak ban.

Selain itu, lihat dan bandingkan kilometer atau odometer yang telah ditempuh oleh mobil bekas dengan batas keausan ban itu sendiri.

"Ban yang melewati batas sebaiknya segera diganti karena akan berpengaruh terhadap kinerja kendaraan yang tidak maksimal dan bahaya lebih lanjut seperti ban meletus atau bocor," kata Shin.

Ketiga, periksa tekanan angin pada ban untuk memastikan berada pada tingkat yang direkomendasikan.

Ini merupakan cara untuk mengetahui apakah kendaraan bekas yang dibeli berada pada kondisi baik atau tidak.

Tingkat tekanan udara yang optimal untuk ban dapat dilihat pada sisi dalam pintu mobil atau di manual mobil. Hankook Tire menyarankan agar melakukan pemeriksaan tekanan ban sekali setiap bulan.

Pada akhirnya, langkah terbaik untuk memeriksa ketiga hal tersebut ialah dengan melakukan test drive.

Pastikan untuk mencoba berbagai rute jalan dengan berbagai kecepatan untuk memeriksa kondisi mobil saat berbelok, mengerem, melakukan akselerasi.

Perhatikan pula suara bising yang timbul saat menambah atau mengurangi kecepatan dan posisi stir kemudi apakah sudah sesuai dengan posisi ban.

Kondisi stir yang tidak nyaman akan berpengaruh kepada kenyamanan berkendara dan juga dapat mengindikasikan bahwa ban memerlukan layanan spooring.

"Oleh karena itu, apabila Anda tidak yakin dengan pemeriksaan independen, sangat dianjurkan untuk membawa kendaraan kepada mekanik ahli atau profesional ban yang juga dapat membantu untuk menemukan masalah lain yang mungkin tidak ditemukan saat melakukan test drive," terangnya.

Hankook Tire menyediakan konsultasi profesional untuk mengatasi berbagai masalah ban tersebut.

Selain itu melalui layanan pre-sales dan after-sale Hankook Masters yang telah tersedia di seluruh jaringan resmi distributornya di Indonesia dapat digunakan untuk melakukan rotasi ban, spooring dan balancing, serta perawatan penting lainnya.

"Penting bagi pemilik mobil untuk memeriksa ban mobil bekas serta mengetahui tipe jenis ban apa yang paling sesuai dengan menanyakan ke pakar terkait, seperti mengunjungi dealer terdekat," tambah Shin.

(Tribunnews.com, Lita Febriani)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved