Breaking News:

Kavling Kampoeng Kurma Jonggol Diputus Pengadilan Niaga Jakarta Pusat

Saat dikonfirmasi Legalitas Aset PT Kampoeng Kurma Lilis Ariani Dhalimunthe membenarkan adanya putusan tersebut.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Legalitas Aset PT Kampoeng Kurma Lilis Ariani Dhalimunthe 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Selasa, tanggal 8 September 2020 telah memberikan putusan perkara antara dua orang buyer dengan PT Kampoeng Kurma Jonggol selaku Termohon PKPU yang mengelola Kavling Kampoeng Kurma Jonggol dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU-S).

Saat dikonfirmasi Legalitas Aset PT Kampoeng Kurma Lilis Ariani Dhalimunthe membenarkan adanya putusan tersebut.

Lilis mengatakan bahwa pihaknya telah menerima putusan tersebut pada Selasa (8/9/2020).

"Iya kami sudah mendapat putusan dari PKPU pengadilan niaga bahwa untuk Kampoeng Kurma Jonggol kalah, kita siap menerima aturan yang ditetapkan oleh pihak pengadilan," katanya Kamis (10/9/2020) saat ditemui di kantornya di Kawasan Tanah Baru, Kota Bogor.

Menurut Lilis selama ini pihaknya sudah menempuh jalan terbaik dan melakukan berbagai cara agar para konsumen atau buyer mendapatkan haknya.

"Kami akan memperjuangkan konsumen yang ada disana 1600 konsumen, kita ingin anak-anak (buyer) kami semua yang ada disana biar mendapatkan kavlingnya dulu, tapi (terkait putusan PKPU) apapun keputusan pengadilan akan kami jalani dengan aturan yang berlaku," katanya.

Terkait masa waktu yang diberikan oleh pengadilan,  pihaknya mengaku akan segera melakukan komunikasi dengan para buyer.

Ia pun tetap akan memperjuangkan agar para buyer mendapat kavlingnya.

"Kami akan menempuh itu, akan melakukan kordinasi dan komunikasi untuk itu saat ini kami sedang melakukan musyawarah untuk memperjuangkan hak-hak buyer ini yang ada di Kampoeng Kurma Jonggol, karena kami ingin memperjuangkan anak-anak kami, saudara-saudara kami yang ada di Kampoeng Kurma Jonggol yang menurut daftar list itu ada 1600, sekarang sedang berupaya untuk mendapatkan kavling, saat ini sedang diukur untuk dilakukan penataan," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved