Breaking News:

Info Kesehatan

Penyakit Akibat Sering Menahan Kencing, Simak Gejala dan Faktor Risikonya

Salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan kondisi sulit menahan kencing adalah inkontinensia urine (UI).

Net
ilustrasi menahan kencing 

Pada wanita lebih sering terjadi inkontinensia tekanan yang disebabkan oleh kehamilan, proses persalinan, menopause, dan anatomi traktus urinarius wanita.

Sedangkan pada pria, lebih sering terjadi inkontinensia desakan dan luapan yang disebabkan oleh masalah prostat.

3. Berat badan berlebih

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan otot sekitarnya.

Tekanan ini bisa juga membuat otot menjadi lemah dan membuat urine lebih cepat keluar, terutama saat batuk atau bersin. 

4. Merokok

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko inkontinensia urin karena nikotin dapat membuat kandung kemih lebih aktif dari biasanya.

5. Riwayat keluarga

Risiko seseorang mengalami inkontinensia urine akan meningkat jika memiliki anggota keluarga yang lebih dulu mengalami inkontinensia urine, terutama inkontinensia desakan.

6. Kondisi medis lainnya

Penyakit seperti gangguan saraf, gangguan imun, dan diabetes dapat meningkatkan risiko inkontinensia urine.

Penyebab inkontinensia urine Inkontinensia urine ada yang bersifat sementara dan menetap.

Inkontinensia urine bersifat sementara dapat disebabkan oleh pengaruh minuman, makanan, dan obat-obatan tertentu yang merangsang kandung kemih dan meningkatkan volume urine.

Beberapa makanan dan minuman yang bisa menyebabkan inkontinensia urine antara lain, yakni:

  • Alkohol
  • Kafein
  • Minuman yang mengalami proses karbonasi atau soda
  • Pemanis buatan
  • Cokelat
  • Cabai
  • Makanan yang banyak memakai bumbu dan banyak gula
  • Makanan yang bersifat asam, seperti jeruk

Sedangkan sejumlah obat-obatan yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami inkontinensia urine, yakni:

  • Obat untuk penyakit jantung dan hipertensi
  • Obat penenang
  • Pelemas otot
  • Suplemen vitamin C dosis tinggi

Sementara itu, inkontinensia urine menetap bisa terjadi karena adanya kondisi atau perubahan fisik seseorang seperti:

  • Kehamilan
  • Proses persalinan
  • Pertambahan usia (degeneratif)
  • Menopause
  • Operasi pengangkatan rahim
  • Pembesaran prostat
  • Kanker prostat
  • Riwayat operasi daerah panggul
  • Sumbatan traktus urinarius
  • Gangguan saraf Inkontinensia urine menetap juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti infeksi saluran kencing (ISK) dan konstipasi.

Cara mengobati inkontinensia urine

Terapi inkontinensia urine dapat dilakukan tergantung dari tipe kelainan yang dialami, derajat, dan penyebab yang mendasarinya.

Penanganan awal pada inkontinensia tekanan, desakan, dan campuran, meliputi:

  • Anjuran untuk memperbaiki gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal, mengurangi asupan kafein, dan berhenti merokok
  • Melakukan terapi fisik atau fisioterapi, seperti latihan otot dasar panggul, penggunaan biofeedback, dan stimulasi elektrik
  • Pengaturan jadwal berkemih
  • Terapi perilaku
  • Pemberian obat-obatan

Sedangkan penanganan awal pada kasus inkontinensia urine luapan dan kontinu bergantung pada sebab yang mendasarinya.

Misalnya, jika penyebab inkontinensia urine karena ada pembesaran prostat jinak, kemungkinan diperlukan tindakan operasi.

Cara mencegah inkontinensia urine

Inkontinensia urine pada dasarnya dapat dicegah sejak dini.

Melansir Medical News Today, berikut ini adalah beberapa cara mencegah inkontinensia urine yang dapat dilakukan:

Menjaga berat badan ideal, sehingga tidak memicu penyakit-penyakit lain yang bisa memicu inkontinensia urine

  • Rutin melatih otot dasar panggul
  • Hindari kafein, alkohol, dan makanan yang bersifat asam Konsumsi makanan berserat, untuk mencegah konstipasi yang dapat menyebabkan inkontinensia urin
  • Hindari atau berhenti merokok

Segeralah ke dokter spesialis bedah urologi jika Anda memang mulai merasakan gejala inkontinensia urine.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sulit Menahan Kencing? Waspadai Kondisi Medis Ini", Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/09/15/150200068/sulit-menahan-kencing-waspadai-kondisi-medis-ini?page=all#page2.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved