Nyeri Perut Parah? Awas Pankreatitis! Kenali Gejala dan Penanganannya

Pankreatitis sendiri terbagi menjadi dua jenis berdasarkan durasi dan intensitasnya. Pertama, Pankreatitis Akut dan Pankreatitis Kronis.

Editor: Tsaniyah Faidah
Freepik
NYERI PERUT PARAH - Pankreatitis akut biasanya ditandai dengan nyeri di bagian tengah perut, tetapi kadang juga dapat dirasakan di sisi kanan atau kiri. Rasa sakitnya bisa menjalar ke dada dan punggung, serta cenderung memburuk saat berbaring setelah makan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pola hidup dan kebiasaan sehari-hari berperan besar dalam menjaga kesehatan organ tubuh, termasuk pankreas.

Sebagai organ vital yang membantu pencernaan dan mengatur kadar gula darah, pankreas sering kali luput dari perhatian, hingga muncul masalah peradangan pada pankreas atau pankreatitis.

Kondisi ini bisa dipicu oleh pola makan yang buruk, konsumsi alkohol, atau faktor lainnya. Jika tidak ditangani dengan baik, pankreatitis dapat berujung pada komplikasi serius.

Pankreatitis sendiri terbagi menjadi dua jenis berdasarkan durasi dan intensitasnya. Pertama, Pankreatitis Akut.

Dijelaskan oleh dr. Lukas Mulyono Samuel, Sp.PD-KGEH Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hati dan Saluran Cerna di Mayapada Hospital Bandung, pankreatitis akut adalah peradangan yang muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan rasa sakit yang sangat hebat. 

Pankreatitis akut biasanya ditandai dengan nyeri di bagian tengah perut, tetapi kadang juga dapat dirasakan di sisi kanan atau kiri.

"Rasa sakitnya bisa menjalar ke dada dan punggung, serta cenderung memburuk saat berbaring setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak,” jelas dr. Lukas.

Selain itu, terdapat gejala lain seperti demam, gangguan pencernaan, diare, mual, muntah, serta pembengkakan perut dan sangat nyeri saat disentuh.

Kulit dan mata juga dapat menguning, menandakan adanya masalah pada hati atau saluran empedu.

Tak jarang penderita pankreatitis akut mengalami peningkatan detak jantung yang tidak normal yang disebut takikardia.

Gejala tersebut dipicu oleh berbagai penyebab, salah satunya batu empedu yang menyumbat saluran pankreas dan memicu peradangan.

Sekitar 40 persen kasus pankreatitis akut disebabkan oleh batu empedu, sementara 30 persen lainnya dipicu oleh konsumsi alkohol berlebihan.

"Selain itu, pankreatitis juga bisa terjadi karena faktor genetik seperti cystic fibrosis, kadar trigliserida yang tinggi, efek samping obat-obatan, atau bahkan infeksi virus,” jelas dr. Lukas.

Jenis yang kedua yaitu Pankreatitis Kronis yang berkembang secara perlahan dan menyebabkan kerusakan permanen pada pankreas.

Penderitanya dapat mengalami nyeri perut yang berat dan berulang, terasa seperti terbakar di bagiantengah atau kiri perut, dan sering menjalar hingga ke punggung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved